BLOGGING TIPS

Selain Hobi Menulis, Berikut 5 Modal menjadi Bloger

What? Bukannya yang penting hobi nulis, ya? Memangnya apa modal menjadi bloger?

Iya, sepintas menjadi bloger itu memang enggak butuh modal. Yang penting hobi nulis, kemudian daftar di salah satu platform blog. Sudah!

Pendapat seperti itu memang benar juga, karena bloger—yang dalam istilah kita disebut narablog— adalah sebutan untuk seseorang yang menulis dengan platform blog. Apapun platform yang dipilih. Enggak peduli gratis atau berbayar. Jadi memang modalnya cuma daftar di salah satu platform saja agar seseorang sah disebut sebagai bloger.

Apalagi kalau blog kita seumpama diary online. Yang intinya, blog sebagai tempat menumpahkan rasa. Selesai menulis rasanya langsung lega. Selesai berkeluh kesah beban hidup terasa hilang entah ke mana. Enggak perlu ribet  mikirin tips, tutorial atau riset bahan bacaan.

Hal-hal seperti  ini yang seringkali terlintas di kepalaku saat baru awal-awal ngeblog. “Yang penting aku suka nulis, kan? Tenang, semua bakalan aku curhatin di blog. Tiap hari nulis. Tiap hari posting. Aman! Sebentar lagi pekerjaan akan datang.”

Tapi ya nggak gitu juga, BukNaj. Lha kok menak men!

Baca juga: Alasan Menulis di Blog

Semuanya menjadi berbeda ketika aku benar-benar terjun dan memulai langkah demi langkah menjadi bloger profesional dan mencoba peruntungan mendapatkan penghasilan dari blog. Aku baru sadar, modal menjadi bloger itu nggak cuma suka menulis dan mendaftar di salah satu platform blog.  Apalagi seperti yang kusebutkan tadi, tulisannya curhat a la diary semua. Byuh!

Orang-orang bisa bosen, Buk! Mending-mending kalau curhatnya berfaedah dan ngasih tips yang bermanfaat. Lha kalau cuma berkeluh kesah tiada habisnya. Apa nggak bikin pembaca malas? Syukur-syukur masih ada yang mau baca. *NgomongDepanKaca.

 

Modal menjadi blogger

5 Modal menjadi Blogger, Selain Hobi Nulis

Menjadi bloger memang sepertinya sangat mudah dan menyenangkan. Tinggal ketik-ketik, kasih foto, publish! Kerjaan langsung datang, transferan pun lancar.

Sayangnya itu hanya ekspektasiku saja. Kenyataannya mah, jauh dari itu semua.

Beberapa hal yang kita anggap remeh dan tidak dapat dinilai dengan uang, seringkali tidak dianggap sebagai modal menjadi blogger.

Ya apa iyes?

Iyes, dong! Wong aku sudah pernah mengalaminya.

Tapi, setelah aku membaca artikel di blog Mas Prima Candra. Aku baru sadar bahwa modal menjadi bloger itu  tetap ada. Sekalipun tidak secara langsung kita keluarkan dalam bentuk uang.

Biasanya kita mikir yang bisa dianggap modal itu kan, beli domain, beli template, beli apa lagi? Sewa hosting kali ya, untuk yang platform blog-nya WordPress.

Tapi ternyata enggak cuma itu saja, loh. Nggak percaya, kan? Nih, aku sebutkan satu per satu, ya. Tapi nggak usah kaget terus menyesal karena selama ini enggak pernah menganggap 5 hal ini sebagai modal menjadi blogger. Apa sajakah yang lima itu?

1. Tenaga

Duduk di depan laptop itu kira-kira butuh tenaga enggak?

Atau buat yang biasa ngeblog pakai smartphone, kira-kira kalau habis ngetik satu postingan itu jempolnya kaku enggak?

Nah, itu maksudnya.

Seringkali kita lupa bahwa mengerjakan hal yang kelihatannya enak, nggak kotor, nggak pakai angkat-angkat itu pun perlu tenaga. Iya, memang kita nggak butuh biaya untuk membayarnya. Lha wong tenaga kita sendiri, kan?

Tapi, kalau sampai tenaga ini terforsir apa enggak kelelahan? Apa enggak butuh vitamin dan sebagainya biar stamina tetap prima.

Ini yang sering digampangkan. Padahal ya, coba sekali aja kita sakit sampai lemas nggak ada tenaga (nauzubillah). Otomatis kita harus istirahat total untuk memulihkan semuanya. Artinya apa? Tenaga adalah modal yang sangat berharga.

2. Pikiran

Hari ini nulis apa ya?

Gimana agar curhatku berfaedah ya?

Gimana agar brand melirik blogku ya?

Gimana agar foto-fotoku menarik tapi nggak bikin loading blog lama ya?

Itu semua mikir, loh! Dan, tau nggak? Akal, pikiran, daya kreasi dan imajinasi kita dalam sebuah tulisan merupakan modal yang tak boleh kita lupakan. Camkan itu, wahai BukNaj!

Baca juga: Tips Optimasi Blog Melalui Design Blog

 

Modal menjadi bloger
pict by : Jan Vasek – Pixabay

3. Waktu

Biasanya sehari nulis berapa jam?

Misalnya nih, 2 jam. Kalau dalam sehari kita tidak meluangkan waktu sebanyak 2 jam itu untuk menulis. KIra-kira masih punya postingan enggak?

Blog-nya ada isinya enggak?

Masih pantas disebut bloger enggak?

Ya gitu, deh. Makanya time is money. Waktu memang tidak berwujud uang. Tapi sekalinya kita lalai dan membiarkannya terbuang sia-sia. Maka bisa dipastikan kita akna nangis di pojokan. *ItuAku

4. Biaya

Q: Bayar perpanjangan domain, enggak?

A: Enggak! Kan blognya gratisan.

Oke!

Q: Beli template, enggak?

A: Template pakai bawaan platform.

Baik!

Q: Bayar perpanjangan sewa hosting, enggak?

A: Blogku nggak pakai hosting, kok!

Siap!

Q: Beli paket data, enggak?

A: Internet pakai wi-fi di rumah.

All right!

Q: Setiap bulan bayar langganan wi-fi di rumah enggak?

A: Yang bayar kan, Pak Suami. (Ini kalau di rumahku)

Nah, kan. Kayaknya emang gak keluar biaya buat perintilan blog-nya. Tapi apapun  dan siapapun yang mengeluarkan dana untuk membayar internetnya. Kategorinya tetap masuk sebagai salah satu modal menjadi blogger.

5. Komitmen

Komitmen memang tidak bisa diukur dengan uang, karena komitmen tidak bisa dibeli atau disewakan. Tentu saja, karena komitmen bukanlah komoditi yang dijual.

Komitmen hanya ada dalam diri kita.

Komitmen juga tidak mudah dipaksakan. Bisa sih, biasanya kalau sudah dalam kondisi kepepet. Tapi kepepet kan enggak enak. *NgomonginApaanSih

Jadi percayalah, bahwa dengan memiliki komitmen untuk terus menulis di blog. Maka modal kita sebagai bloger bisa dibilang sudah semakin lengkap.

Tentu dengan memiliki 5 hal di atas kita tidak serta-merta menjadi bloger femes atau mastah. Tapi sekali lagi percayalah. Setiap perjalanan selalu dimulai dengan langkah-langkah pertama. Ada suka tapi jangan menolak ketika duka menyapa. Karena nantinya akan ada hikmah yang akan kita syukuri pada ujung perjalanan.

Jadi jika teman-teman benar-benar berminat dan tergiur dengan “gemerlap” dunia blogging. Maka pastikan 5 modal menjadi bloger di atas ada dalam genggaman?

Sudah siap?

Good luck!

 

Artikel ini diikutsertakan dalam PAS Blogger Blog Collab Kelompok 1

20 thoughts on “Selain Hobi Menulis, Berikut 5 Modal menjadi Bloger”

  1. Awww..mbak damaraa..blogku masih gratisann wkwk..
    Iya loh saya kira dulu enak aja si para narablog ini.duduk dirumah aja sambil momong,bawa kemoceng dan dasteran, pundi.pundi rupiyah menggemuk ajah. Gak perlu berbusa busa njelasne ini itu di depan kelas, dengan koreksian sundul eternit ruang guru, plus kembang Kempis nahan emosi di tengah anak anak suppper ituh.eh, masih harus berkejaran dengan pinjer dipagi dan sore. Dan tetep aja gak tebel itu dompetnya…haha..
    Tapi setelah duabulanan ini mulai nyoba ngeblog dan bergabung squad PASblogger JA..lha itulah mulai terbuka mata saya. Dari sharingan di WAG, sa ya belajar bahwa, Mereka para narablog itu untuk sampai tingkat itu butuh pemikiran, modal dan usaha lebih. Ya sama beratnya dengan profesi lainnya.
    Nice sharing nih,mbak.Semoga makin sukses yaa jadi narablog

  2. beneeeeer…. :D. kliatannya memang gampang yaaa jd blogger. padahal sbnrnya ada biaya yg hrs kita bayar. minimal quota data :p. mau yg bayarin suami kek, ortu kek, ttp aja itu biaya. aku juga supaya blogku ttp bisa terupdate, aku butuh dana utk ttp traveling, utk ttp kulineran, semua demi konten blog :D. yakali kalo ada yg bayarin.. :p. nasib msh jd blogger yg mengais rezeki pake uang sendiri hahahahaha.. tp aku ttp semangat ;). krn biar gmn, aku suka menulis, aku suka traveling. jd ngeluarin biaya utk hobi begini, ga bakal bikin aku merasa berat 🙂

  3. Yup, untuk jadi bloger yang profesional memang butuh modal. Memang bener banget, bukan hanya modal berupa dana tapi tenaga dan pikiran juga ya…
    Orang mungkin lihatnya enak ya jadi bloger, hanya duduk di depan laptop terus ketak-ketik, dapat pemasukan, deh! Padahal gak sesederhana itu ya…

  4. Aku … terjleb baca ini. Soale ya aku banget awal ngeblog tu buat curhat, bener-bener curhat… Wkwkwk malu juga kalo baca postingan dulu-dulu.

  5. Masya Allah, senang banget bisa silaturahmi ke sini. Berasa duduk berhadapan, ngobrol.

    Sepakat, mba!
    Masih banyak memang yang belum tahu bahwa narablog perlu effort! Tsaaaahh…
    Tapi aku paham juga sih kalau ada beberapa orang yang belum ‘ngeh’ apa itu narablog.
    Nah, tugas kita juga sebagai narablog untuk tepe-tepe, ‘tebar pesona’ 🙂
    *LambaiLambaiModeOn *BenerinDasi *KibasPoni

    Aku baru saja membuat postingan yang sama lho, mba di blog aku, judulnya “Blogger Goes to School”
    Mampir nyoook…
    Muahahaha, modus akutu. Mohon maklum ya, mba

  6. ih betul banget mba. modal blogger dibilang antara murah enggak murah sih. Murah kalau semua udah ada, mahal kalau kita enggak punya dan harus beli alat tempurnya, hehehe. Tapi ya yang terpenting menulis di blog happy ya, bukan paksaan. makasih mba sharingnya.

  7. Ihihi ngekek abiss di vagian qiu en einya itu mbaaa! Hahahaha… jamal banget alias jawaban maling (kalo istilah di geng aku dulu)
    Tapi iya bener sih, paling2 keluar modal beli cemilan ama kopi
    Dan pemikiranmu itu sama pleg kayak aku dulu mba, tak kiro jadi blogger ki sotomastis tirkinili trus akeh duwik. Jebulll PR e akeeh. Wahahah.. sumangiitttt aja pokona mah.

  8. Wah, baca tulisan ini koq ya menohok ya. Ngerasa banget nih, terutama bagian modal pemikiran dan waktu. Gimana bisa ada rulisan di blog kalau ga mau mikir dan meluangkan waktu. Qiqiqiqi…

  9. Haha…. Gue banget pas awal terjun ke dunia blogger. Nulis suka suka gue… Hihi …gak pake midak lagi…

    Tapisetelah serius mau jadi blogger. Ampun banyak banget yang harus di ikuti… Wkwkwk

  10. Menurutku masih ada yg kurang mba yakni modal cemilan. Haha..
    Saya mah gitu mba, ngetik sih iya jempolnya tapi kelima jari juga ambil sesuatu di toples, wkkkwkkk…
    Thx deh mba kebuka deh blogger mmang bermodal. Setujuuu…

  11. Blogger tidak semudah yang dilihat ya Kak. Banyak teman-temanku yang sebegitu antusiasnya ketika tahu aku jadi blogger newbie dan kata mereka keren plus ada embel-embel “ya kan emang hobi nulis”. Padahal nggak bisa berhenti di titik “hobi nulis lantas jadi blogger itu mudah”. Jadi seorang blogger membutuhkan semua hal di atas. Aku sebagai blogger baru, bener-bener masih menata waktu yang enak untuk blogging, nulis post baru, sampai juga blog walking ke teman-teman.

    Waktu yang diluangkan juga nggak bisa cuma bentar, harus panjang. Mulai dari cari foto (bisa browsing atau foto sendiri), cari materi, nulisnya, sampai akhirnya kayak jurnalis yang harus reportase kalau perlu.

    Semangat kakak dan salam kenal! 🙂

  12. Einid Shandy ada di sini juga? Paling rajin komen di wag blogger 1minggu1cerita. Wehehe…
    Ngeblog itu candu, aku ketagihan. Padahal waktu awal bikin blog, berusaha sebisa mungkin engga ada yang baca.
    Ya memang perlu modal dong. Perpanjangan ini itu. Alhamdulillah menghasilkan, walaupun belum bisa jadi penghasilan…

  13. Aku ngeblog buat iseng aja tapi itu pun tetep butuh komitmen waktu dan tenaga, hehe. Apalagi yang ngeblog sebagai profesional ya pasti lebih banyak yang dipikirin 😀

  14. Wah mantul bin nendang banget ini postingannya mbak
    Aku setuju banget sama 5 modal di atas
    Walau sawangannya/kelihatannya enak ya
    Eh ternyata 5 modal itu penting banget buat menunjang kegiatan sbgai blogger hehehee
    Makasih untuk sharing artikelnya mbak ^_^

  15. Awal ngeblog saya dulu karena suka menulis dan curhat di blog, kemudian asyik dengan dunia lain dan begitu vakum balik lagi sama blog dan berusaha lebih serius. Bener sih lima modal di atas buat jadi blogger yang serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *