SPONSORED POST

Diary Pregnancy – 5 Penyebab Bayi telat Lahir yang Kerap Diabaikan

Bayi telat lahir

Seminggu berselang sejak seorang teman menyampaikan kekhawatirannya perihal si calon bayi dalam kandungan yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda ingin dilahirkan. Seingatku, aku pun pernah mengalami hal serupa saat kehamilan anak pertama 7 tahun silam. Kala itu kelahiran Najwa molor dari perhitungan hari lahir di awal. Bahkan setelah bukaan pertama pun prosesnya berjalan sangat lama sampai akhirnya harus dilakukan operasi secar.

Momen kehamilan kemudian melahirkan memang suatu anugerah bagi setiap pasangan menikah. Lebih-lebih bagi seorang perempuan, melalui 9 bulan masa kehamilan kemudian melahirkan seolah menggenapkan hidupnya, karena menjadi ibu merupakan karunia besar yang tak dapat dibandingkan dengan apapun.

Momen seperti ini memang sering kali membuat dag-dig-dug. Saking senangnya, kerap kali seorang perempuan menjadi sangat mudah khawatir jika terjadi suatu hal pada kandungannya. Tak terkecuali pada kasus bayi telat lahir seperti yang pernah kualami.

Beruntung informasi kesehatan semakin mudah diakses seperti sekarang ini. Masalah bayi telat lahir pun bisa diketahui melalui portal kesehatan, atau membaca pengalaman beberapa orang yang memiliki permasalahan sejenis. Beberapa di antara penyebab bayi telat lahir biasanya disebabkan oleh 5 hal berikut ini:

Bayi telat lahir

1. Terbatasnya kandungan enzim sulfatase dalam plasenta

Enzim sulfatase berfungsi menghasilkan organel sel lisosom dalam tubuh. Enzim ini sangat diperlukan untuk membantu mendorong bayi keluar dari rahim ibu.

Kekurangan enzim ini tentu mempengaruhi terdorongnya bayi hingga ke jalan lahir. Untuk itu, perempuan hamil perlu memperhatikan jumlahnya dan melakukan olahraga rutin serta menghindari stres menjelang hari perkiraan lahir yang telah ditentukan.

2. Kegemukan saat hamil

Berat badan kurang sering kali jadi masalah saat hamil. Sebaliknya, kegemukan pun bisa memicu masalah baru. Memang kenaikan berat badan dianggap alami bagi perempuan dalam masa kehamilan, tapi bukan berarti boleh berlebihan karena ternyata dapat menyebabkan bayi telat lahir.

Bijak mengonsumsi makanan cepat saji perlu dilakukan, begitu pun dengan masakan yang berminyak dan tinggi lemak. Sebagai gantinya perbanyak sayur dan buah serta air putih untuk menggantikan minuman manis. Susu sapi, ikan dan daging juga perlu dikonsumsi secara rutin namun tetap tidak berlebihan.

3. Peradangan saat hamil

Perubahan hormon pada ibu hamil merupakan hal yang lazim, salah satunya hormon tiroid.

Ternyata, meskipun hal ini lazim terjadi namun setiap ibu hamil perlu mewaspadai perubahan hormon dalam dirinya. Jangan sampai terjadi peradangan, apalagi terjadi kekurangan. Karena keduanya ditengarai bisa menjadi salah satu penyebab bayi telat lahir. Bahkan, jika telat dalam penanganannya bisa berakibat buruk pada kondisi bayi yang berada dalam kandungan.

4. Kelainan pada janin

Kondisi tidak normal pada janin memang tidak bisa diabaikan. Sepeti halnya pertumbuhan tulang yang kurang sempurna atau posisi janin yang menghalangi jalan lahir. Ternyata, keduanya pun berpotensi menyebabkan bayi telat lahir. Selain itu faktor kelainan genetik juga dipercaya menjadi salah satu penyebabnya.

5. Riwayat Bayi telat lahir dalam keluarga

Ada beberapa orang yang melahirkan pada usia kehamilan 40 minggu bahkan lebih, namun tetap tenang seolah tak ada yang perlu dikhawatirkan. Ya, selama kondisi janin baik-baik saja, begitu pula dengan ibunya tentu hal ini tidak mengkhawatirkan.

Sebagian dari mereka memang memiliki riwayat tersebut dalam keluarga, dan percaya atau tidak hal tersebut bisa saja terjadi turun-temurun pada anggota keluarga lainnya.

Ada baiknya kita mencari tahu apakah riwayat bayi telat lahir terjadi dalam keluarga kita. Jika iya, memang kita tak perlu khawatir berlebihan. Atau bisa juga melakukan tindakan perangsangan jika dirasa perlu dan direkomendasikan oleh tenaga kesehatan.

Nah, jadi memang bayi telat lahir itu tidak terjadi begitu saja, pasti ada sebabnya. Maka ada baiknya perempuan hamil bersikap tidak abai, meskipun tak perlu terlalu khawatir yang justru berakibat kurang baik untuk kondisi ibu dan janin di dalam kandungan.

Buat teman-teman yang sedang hamil, selamat menantikan malaikat kecilnya ya. Tetap bahagia dan selalu perhatikan kondisi ibu dan calon jabang bayi agar selamat hingga hari kelahiran.

 

 

2 thoughts on “Diary Pregnancy – 5 Penyebab Bayi telat Lahir yang Kerap Diabaikan”

  1. Info penting nih, walau sebenarnya saya ga lagi hamil, soalnya sering terabaikan kalau masalah enzim dsb, taunya makan buah sayur dan susu yang banyak. Eh mbak Damar anaknya tryt udh 6tahun ya, kece deh.. Kayak masih baru kmrn meridnya..

  2. Dulu si kakak juga telat lahir krn sudah lewat HPL tapi tak ada kontraksi. Terpaksa memakai ballooning dan induksi karena air ketuban tinggal sedikit. Semua akibat saya kurang banyak minum dan olahraga. Thanks for sharing and reminding mba Damar. Aku suka tulisannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *