EDUCATION PARENTING

Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Berbasis Dongeng dengan The Story Program Learning Time

Belajar bahasa Inggris untuk anak

Teman-teman yang kebetulan sering berinteraksi atau mengikuti postingan-postinganku melalui blog atau sosial media, pasti tahu betul bahwa kedua anakku sangat menyukai aktivitas storytelling. Baik Najwa maupun Najib, keduanya memang sudah kami biasakan dengan aktivitas ini semenjak dalam kandungan.

Pada saat kehamilan Najwa, situasinya memang lebih pada komunikasi satu arah, di mana secara rutin aku membacakannya buku cerita atau sekedar menceritakan kegiatanku dalam satu hari. Berbeda dengan pengalaman storytelling saat kehamilan Najib. Karena pada saat itu aku dan Najwa sudah menjadikan aktivitas tersebut sebagai rutinitas menjelang bed time, maka situasinya pun lebih interaktif.

Terkadang Najwa yang bercerita padaku dan calon adiknya yang masih berada dalam kandungan. Atau sebaliknya, aku yang bercerita. Kemudian Najwa akan berulang kali bertanya pada janin di dalam perutku, seolah ia tahu bahwa calon adiknya itu sudah bisa diajak berkomunikasi.

Aktivitas storytelling ini memang sangat menyenangkan dan bisa djadikan sarana menambah pengetahuan baru serta memantik imajinasi anak. Di samping itu, kami pun merasakan manfaat dari rutinitas ini terhadap perkembangan bahasa Najib yang sempat diduga telat berbicara. Karena sering “dijejali” berbagai cerita dengan bermacam kosakata, Najib pun termotivasi untuk berbicara. Kemampuan berbahasanya pun menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Bahkan, kadang-kadang kami dibuat terkejut dengan kata-kata pilihannya yang terkesan “tua”.

Storytelling sebagai Media Belajar Bahasa Inggris

Belajar bahasa Inggris metode dongeng

Nah, belakangan ini kami juga sedang menggalakkan kembali rencana mengajak anak-anak berkomunikasi dalam dua bahasa. Kalau diingat-ingat, rencana yang satu ini memang selalu kami tunda. Sampai, tahu-tahu Najwa sudah kelas tiga. Sedangkan Najib, karena setiap hari di sekolahnya dipergunakan dua bahasa, Ia pun mulai menunjukkan ketertarikan yang cukup besar. Maka kami berpikir, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengajak anak-anak lebih intens berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Untuk rencana yang satu ini pun, kami kembalikan mengandalkan storytelling sebagai media belajar. Selain memanfaatkan video berbahasa Inggris, kami mulai rutin membacakan buku cerita berbahasa Inggris yang telah lama menjadi koleksi di rumah.

Lagi-lagi kami harus bersyukur karena hasilnya lumayan menggembirakan. Anak-anak pun mulai familiar dengan berbagai kosakata dan percakapan dalam bahasa Inggris. Memang belum aktif berbicara, tapi setidaknya mereka paham dengan instruski yang kami ucapkan. Bahkan mampu menceritakan kembali percakapan demi percakapan dalam video yang ditontonnya.

Berbagai pengaruh positif dari storytelling ini juga yang sepertinya menjadi inspirasi dari LEARNING TIME untuk menghadirkan program baru, yaitu The Story, yang baru saja di-launching pada tanggal 27 November 2019.

The Story sebagai Pendamping Belajar Bahasa Inggris Melalui Media Dongeng

Belajar bahasa Inggris untuk anak dengan dongeng

The Story merupakan program baru yang diperuntukkan bagi anak usia 2,5 hingga 6 tahun, atau usia pra sekolah.  Program edukasi ini menggunakan media berupa buku cerita atau storybook yang dilengkapi dengan beberapa material pendamping, untuk mendukung anak  mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris dan mempelajari konsep serta tema yang umum diajarkan di Taman Kanak-Kanak.

The Story memiliki beberapa tema seperti The Jungle, Recycling, Water Cycle, Five Sense dan Season yang dibuat berbeda setiap bulannya. Judul yang diangkat dalam storybook-nya pun sangat menarik dan diharapkan mampu merangsang imajinasi, serta mengembangkan kemampuan bahasa Inggris anak melaluia aktivitas mendongeng, di antaranya:

  1. To The Jungle, I Go
  2.  Where Do Potatoes Grow
  3. When Body Parts Escape
  4. Truck In The Muck
  5. I Want To be A Community Helper
  6. I Can Do It!
  7. Sammy The Spider
  8. Wally The Worm
  9. Mr. Peacock
  10. My Fisrt Travel Book
  11. Home is…
  12. Adventure of Blue & Dot

 

Semua kegiatan pendamping pembelajaran didasarkan pada buku ceritanya. Adapun material pendamping terdiri dari 4 hingga 5 materi pembelajaran. Di samping itu, The Story Learning Time juga dilengkapi dengan konten yang bisa diunduh, video dan panduan dari setiap aktivitas setiap bulan.

Program The Story Learning Time sangat interaktif dan dirancang  untuk mengenalkan tema serta konsep baru pada anak. Selain itu, The Story juga menyajikan cara-cara pengajaran yang tidak hanya menyenangkan karena berbasis dongeng, tapi mendorong meningkatkan rasa ingin tahu anak terhadap sebuah tema. Dan tentu saja ditujukan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris karena semua materi tersaji dalam bahasa internasional tersebut.

Nah, agar semakin penasaran dengan material dan bagaiman cara menggunakan The Story Program. Kali ini aku akan berikan sedikit review dari salah satu tema yang kebetulan sedang kami pelajari di rumah.

Review Wally The Worm (tema recycling)

Belajar bahasa Inggris untuk anak metode dongeg

Kebetulan sekali, Najwa sedang belajar tema recycling di sekolahnya. Namun sayang, karena keterbatasan waktu belajar, tentu ia tidak mendapatkan kesempatan lebih untuk mengembangkan rasa ingin tahunya di kelas.

Beruntung sekali, kami memiliki Wally The Worm dari The Story program Learning Time sebagai salah satu materi pembelajaran Najib di rumah. Jadi belajarnya bisa barengan dong! Untuk Najib, tema ini merupakan hal baru karena ia baru mengenal istilah recycling. Sedangkan Najwa, ini saatnya mengembangkan pengetahuan tersebut dengan aktivitas mendongeng dalam bahasa Inggris bersama Wally The Worm Storybook.

Material dalam Satu Kotak Pembelajaran Tema Recycling

Belajar bahasa Inggris untuk anak metode dongeng

Dalam satu paket tema Recycling dari The Story Program Learning Time, kami mendapatkan beberapa material yang terdiri dari:

  1. Wally The Worm Storybook
  2. Environment Poster
  3. Sorting Recycleables Games
  4. Wally Recycling Game Board

Untuk mendapatkan seluruh material pembelajaran ini tentu saja teman-teman harus berlangganan dulu dengan mengubungi pihak Learning Time dan membayar sejumlah biaya berlangganan.

Nah, untuk memulai menggunakan tahapan ini, ada beberapa hal yang harus teman-teman lakukan.

Yang pertama, melakukan aktivasi akun di Learning Time sehingga bisa mengakses seluruh video panduan belajar. Link aktivasi ini nantinya akan dikirimkan via email setelah kita melakukan pendaftaran.

Kedua, login ke akun Learning Time kita dengan username dan password yang telah disediakan.

Ketiga, tonton dulu video panduan yang telah disediakan.

Keempat, setelah menonton videonya dan memahami cara bermainnya, maka bersiap-siaplah untuk segera bermain, belajar dan bersenang-senang dengan anak.

 

Pengalaman Menggunakan Tema Recycling bersama Anak

Belajar bahasa Inggris untuk ana metode dongeng

Karena anak-anak selalu excited dengan buku bacaan baru, maka bisa ditebak, bahwa di antara semua material yang kami dapat, Wally The Worm Storybook yang pertama kali langsung kami gunakan sebagai teman pengantar tidur.

Selain membacakan text berbahasa Inggris yang tertulis di dalam bukunya, biasanya aku memang berimprovisasi dengan suara-suara, atau mimik wajah mengikuti karakter dalam bukunya. Cara-cara seperti ini biasanya berhasil menarik minat Najib, kemudian membuatnya selalu minta dibacakan lagi dan lagi.

Oh ya, karena text di dalamnya full berbahasa Inggris, maka aku menambahkan sedikit informasi dengan bahasa Indonesia. Ya, sebagai beginner, anak-anak memang belum bisa mencerna seluruh kosakata yang digunakan. Meskipun jika melihat gambar dan ekspresi wajahku mereka bisa paham. Namun kesempatan inilah yang kami gunakan untuk memperjelas konsep dan penggunaan bahasa Inggris dalam percakapan.

Wally The Worm Storybook sendiri tampilannya sangat menarik dengan material colorfull board book. Kualitas bahan dan ilustrasinya sangat bagus. Di samping itu text yang disertakan sangat sedikit sehingga memungkinkan anak untuk mengembangkan imajinasi cerita sendiri.

Wally The Worm Storybook yang mengisahkan tentang persahabatan seekor cacing dan seorang anak manusia bahkan berhasil menyentuh sisi empati anak-anak. Melihat kenyataan bagaimana seekor cacing bisa sangat bersedih karena penebangan hutan, Najib pun sempat terdiam lama, kemudian bertanya bagaimana agar Wally tidak bersedih lagi.

Mengenalkan Konsep Bahasa Inggris melalui Aktivitas Pendukung Storybook

Setelah menggunakan storybook sebagai material mendongeng untuk mengenalkan tema dan storytelling dalam bahasa Inggris, selanjutnya orangtua bisa menerapkan konsep bahasa Inggris melalui aktivitas yang masih berkaitan dengan tema.

Pada kesempatan kali ini kami mencoba mengaplikasikan penggunaan conjungtion, seperti until, where, since, because dalam percakapan. Kami juga mencoba memahami setiap petunjuk yang diberikan dalam bahasa Inggris untuk setiap aktivitas yang kami lakukan dengan material-material pendamping.

The Story Program Mendidik Anak dan Orangtuanya

Paket pembelajaran di Learning Time, khususnya The Story Program memang dirancang sebagai paket bermain dengan pendampingan. Material yang disediakan memang tidak bisa digunakan secara mandiri oleh anak, karena ditujukan untuk anak usia 2,5 hingga 6 tahun. Di samping itu, material-material di dalamnya butuh pengembangan dalam pengaplikasiannya.

Misalnya setelah mempelajari tema recycling, orangtua kemudian mengajak anak mencoba membuat recycle bottle plastic. Melakukan sorting recycle dengan menambahkan pemahaman mengenai, mengapa sampah harus dipilah? meminta anak melakukan retelling story berdasarakan tema dalam storybook. Dan untuk pengembangan lebih lanjut, orangtua bisa memaparkan anak pada kondisi real di masyarakat.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua sebelum menggunakan The Story Program Learning Time:

  1. Pastikan orangtua hadir mendampingi anak. Sekali lagi, program ini tidak bisa digunakan sendiri oleh anak karena menyangkut penjelasan konsep, menjawab rasa ingin tahu anak dan melibatkan interaksi untuk mendorong anak menggunakan bahasa Inggris.
  2. Setiap video panduan tidak hanya menjelaskan mengenai apa yang harus dilakukan dengan materialnya, tetapi juga bagaimana cara menggunakannya. Namun teman-teman tidak perlu terlalu saklek dengan panduannya ya, orangtua bebas menjadikannya hanya sebagai inspirasi dan melakukan pengembangan sendiri.
  3. Beberapa anak mungkin hanya menyukai satu atau dua kegiatan tertentu. Contohnya Najib, dari semua kegiatan yang kami tawarkan ia cenderung menyukai storytelling dan retelling story sesuai kemampuan berbahasa yang telah ia miliki. It’s oke, karena setiap anak memang unik.
  4. The Story Program merupakan program yang dirancang untuk belajar sekaligus menjaga bonding orangtua dengan anak. Menurutku secara pribadi, capaian akhir yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kualitas waktu belajar dengan anak. Membangun suasana hangat dan dekat. Sehingga orangtua tidak perlu terlalu kaku dengan membuat target capaian pemahaman anak. Yakin saja anak-anak kita itu cerdas. Masalah pemahaman, setiap anak memang memiliki rentang waktu yang berbeda.

Info Berlangganan The Story Program

Jika berminat berlangganan The Story program, atau program lainnya dari LEARNING TIME. Teman-teman bisa menghubungi kontak di bawah ini:

Official Website:  https://www.learningtime-id.com
Tokopedia:  https://www.tokopedia.com/learningtimeid
Shopee:  https://shopee.co.id/learningtime.id
WhatsApp: 081936217273

Rincian layanan berlangganan pendidikan anak usia dini:

1. Kelompok Usia Anak:  usia 2,5 hingga 6 tahun

2. Biaya Berlangganan: Rp. 489.000 /bulan

Info tambahan, untuk berlangganan 3 bulan Rp. 1.317.000 (439.000/bulan), 6 bulan Rp. 2.394.000 (399.000/bulan),12 bulan Rp. 4.188.000 (349.000/bulan)

3. Metode Pembayaran

Credit Card atau Paypal melalui website www.learningtime-id.com

Transfer ke Bank BCA (7145 13 3939 Yayasan PPIA) dengan mengirim bukti transfer ke
helloindonesia@learningtime.com.hk

Setelah berlangganan, teman-teman dapat melihat video-video panduan di platform online Learning Time. Sedagkan kotak materi pembelajaran  akan dikirimkan langsung ke alamat rumah kita.

Nah, bagaimana? Sudah ada gambaran kan, tentang The Story Program?

Menurutku secara pribadi, program ini sangat menyenangkan. Anak-anakku sangat excited, tetapi sayang mereka sedang memasuki fase tidak mau difoto sehingga aku tidak bisa menyertakan foto-foto keseruan kami. dan aku sangat menghargai penolakan mereka. Nanti, setelah mereka berubah pikiran aku akan segera menambahkan dalam postingan ini.

Jika teman-teman ingin mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai The Story Program. Atau ingin mengikuti perkembangan terbaru dari Learning Time, jangan lupa ikuti sosial medianya yang tertera di bawah ini.

Official website: https://www.learningtime-id.com
Facebook: https://www.facebook.com/hellolearningtime.id/
Instagram : https://www.instagram.com/learningtime.id/

Oke, cukup sampai di sini dulu ya. Keep happy and fun with kiddos! See you!

9 thoughts on “Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Berbasis Dongeng dengan The Story Program Learning Time”

  1. Luengkap banget, Mbak.. Di rumah anak-anak juga pasti happy deh kalau punya beginian sebagai media belajarnya, karena anak-anak sy juga sukaa banget sama buku. Cerita Wally ini keknya familiar banget dengan tokoh salah satu bukunya Bu Arleen A yang dijadikan beberapa seri. Cuma ini lebih banyak edukasinya misal sampai tentang penebangan hutan dll itu.

  2. Menarik sekali programnya The Story Program. Bisa mengenalkan bahasa inggris lewat buku cerita. Tampilan bukunya juga keren. Saya juga kadang-kadang membacakan buku cerita ke anak bungsu yang berusia 5,11 bulan. Dia malah akhirnya meniru , membacakan buku cerita ke bonekanya hehehe.

  3. Banyak manfaatnya The Story Program Learning Time ini yaaa….Pas untuk pendampingan belajar anak usia pra-sekolah. Konsepnya edukatif dan lengkap pendukungnya. Setuju jika pendampingan orang tua perlu agar bisa didapatkan manfaatnya. Sedangkan untuk harga, sepadan dengan yang didapatkan. Karena kensepnya yang sepi dan fun tentu bakal menyenangkan

  4. Seru sih ya kalau cara belajarnya interaksi gini ga akan bosen ke anak dan orang tua juga bisa dengan mudah memasukan pesan – pesan moral juga sambil belajar bahasa inggris.
    Aku aja yang baca kok berasa seru ya, apalagi anak-anak. Makasii yaa mbak infonya, jadi pengen coba juga untuk io.

  5. Makin lama makin canggih nih untuk edukasi anak². Lengkap sampe’ sa’ prakteknya. Jadi nempel deh, semoga jadi habbit. Apalagi soal recycle & masalah lingkungan. Wes…merem ae kalo soal harga. Yang penting anak² pinter…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *