Jerawat Puber Tak Semestinya Bikin Minder! Berikut 5 Cara Merawat Jerawat Pubertas pada Remaja

Akhir Maret yang lalu usia Najwa genap sepuluh tahun. Secara fisik, tubuhnya terlihat semakin tinggi dan lebih berisi dibandingkan sebelumnya. Ia pun mulai menemukan beberapa benjolan kecil di dahinya, yang kemudian kami yakini sebagai tanda-tanda jerawat pubertas pada remaja.

Ya, Najwa sudah memasuki usia remaja. Jerawat kecil di area kulit wajah merupakan tanda pubertas kedua yang sejauh ini dapat kami temukan.

Awalnya, Najwa sangat excited dengan beberapa benjolan kecil di dahinya tersebut, kemudian ia mengonfirmasi bahwa dirinya bukan anak-anak lagi. Namun kemudian, ketika jumlah jerawat terus bertambah, ia tak lagi senang karena mulai mengganggu penampilan wajahnya. Ia pun mulai uring-uringan dan kadang-kadang merasa kurang percaya diri karenanya.

Jerawat pada masa pubertas merupakan suatu hal yang wajar dialami oleh remaja. Baik remaja pria, maupun perempuan. Memang tidak semua orang mengalami jerawat pubertas. Saya sendiri tidak mengalaminya ketika seumuran Najwa. Berbeda dengan suami yang sedari muda sudah berjuang menyembuhkan jerawat di area pipi dan dahinya.

Penyebab Timbulnya Jerawat Pubertas pada Remaja

Kebiasaan yang memicu jerawat pada remaja

Jerawat  merupakan salah satu masalah kulit yang bisa dialami siapa saja, pada rentang waktu yang berbeda. Menurut penjelasan dalam Hopkins All Children, pada umumnya jerawat dimulai pada awal usia remaja, atau saat anak-anak menunjukkan tanda-tanda pubertas, yaitu pada usia 12 tahun bahkan sebelumnya.

Pada umumnya, penyebab jerawat pada remaja tidak jauh berbeda dengan jerawat yang dialami saat usia dewasa. Menurut situs Alodokter, berikut beberapa penyebab jerawat:

1.Faktor perubahan hormon.

Perubahan hormon dapat terjadi di berbagai rentang usia, tak terkecuali remaja. Memasuki usia pubertas, produksi hormon seperti  testosteron dan androgen dalam tubuh remaja cenderung naik turun. Kondisi hormonal yang tidak stabil ini kemudian merangsang kelenjar sebaceous atau kelenjar minyak yang terdapat pada pori-pori kulit.

2. Produksi sebum yang berlebih.

Sebum adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak dalam kulit. Sebenarnya, sebum memiliki manfaat untuk mencegah kulit menjadi kering. Namun jika produksinya berlebihan justru menyebabkan kulit berminyak, dan sangat rentan berjerawat.

3. Sumbatan pada folikel.

Terdapat sumbatan pada folikel rambut. Sumbatan ini biasanya terjadi akibat penumpukan sel kulit mati dan sebum.

4. Infeksi bakteri.

Infeksi bakteri yaitu propionibacterium acnes dapat berkembang dan menyebabkan sumbatan folikel rambut serta memicu peradangan.

Selain keempat penyebab jerawat di atas, faktor genetik juga seringkali dicurigai sebagai penyebab timbulnya jerawat pada kulit seseorang. Namun, benarkah jerawat pubertas yang dialami pada masa remaja dapat disebabkan oleh faktor keturunan? Berikut sedikit penjelasannya yang saya kutip dari situs Hellosehat.

Apakah jerawat berhubungan dengan faktor genetik dalam keluarga?

Apakah penyebab jerawat berkaitan dengan faktor genetik?

Pada sebuah ulasan yang saya baca, penemuan kasus jerawat yang disebabkan oleh faktor keturunan bisa dibilang sangat sedikit. Tetapi, tidak dimungkiri bahwa kecenderungan jerawat muncul dalam sebuah keluarga sangat mungkin terjadi.

Contohnya, jika salah satu atau kedua orang tua berjerawat, maka seorang anak sangat rentan mengalami masalah kulit serupa. Hal ini pun telah saya alami sendiri. Namun, penyebab pastinya memang belum diketahui.

Beberapa penelitian hanya menyebutkan bahwa terdapat 15 jenis genetik yang umum mengalami jenis jerawat tertentu. Jenis genetik ini pun berpengaruh terhadap fungsi, bentuk , dan struktur folikel rambut. Namun sekali lagi hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Kebiasaan yang Dapat Memperparah Kondisi Jerawat pada Remaja

Penggunaan kosmetik dapat memperparah jerawat pada remaja

Selain disebabkan oleh faktor yang berasal dari dalam, beberapa kebiasaan yang tidak sengaja dilakukan, atau justru sudah terlanjur menjadi kebiasaan dapat memicu timbulnya jerawat. Misalnya, seperti:

1.Penggunaan kosmetik

Tidak sedikit remaja yang merasa tidak percaya diri karena kondisi kulit yang memerah akibat peradangan jerawat. Atau noda kehitaman akibat noda bekas jerawat. Ada kalanya mereka ingin menyamarkannya dengan concealer atau alas bedak.

Sebenarnya, pemakaian kosmetik bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah, namun bisa memperparah kondisi jerawat jika tidak diimbangin dengan perawatan yang sepadan. Misalnya dengan melakukan basic skin care yang meliputi cleansing, moisturizing, dan penggunaan tabir surya.

2. Memegang atau memencet jerawat.

Salah satu kebiasaan yang sulit dihindari oleh tangan adalah memegang-megang salah satu bagian tubuh yang terasa berbeda, dalam hal ini benjolan jerawat. Rasa-rasanya tangan ini gatal sekali ingin terus memegang bahkan memencet untuk mengeluarkan isinya.

Padahal, kebiasaan ini dapat memperparah kondisi peradangan jerawat. Apalagi jika kondisi tangan tidak steril, maka besar kemungkinan kotoran dan bakteri berpindah tempat dan menyebabkan iritasi pada jerawat.

3. Menjaga kesehatan tubuh

Kondisi tubuh yang tidak sehat, baik secara fisik maupun psikis juga dapat menyebabkan jerawat. Misalnya jika mengalami masalah pencernaan, overweight, atau mengalami gangguan psikis. Beberapa msalah kesehatan tersebut berpotensi menyebabkan ketidakstabilan produksi hormon dalam tubuh yang dapat memicu jerawat.

Untuk menjaga kesehatan fisik, usahakan selalu mengonsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang. Hindari konsumsi gula dan lemak berlebih, konsumsi air putih dalam jumlah cukup agar kulit tidak dehidrasi. Jangan lupa lakukan olahraga secara rutin agar tubuh bugar, serta membantu tubuh melepas hormon kortisol yang memicu jerawat.

Cara Merawat Kulit Berjerawat pada Remaja

Cara mencuci wajah yang benar

Jerawat pubertas pada remaja memang tidak mudah disembuhkan karena berkaitan erat dengan perubahan hormon dalam tubuh. Beberapa orang tua mengaku sudah menggunakan obat jerawat untuk mengobati jerawat pubertas pada anak-anaknya. Namun tetap saja jerawat tak kunjung hilang. Kemudian, sebagian mengeluhkan menurunnya kepercayaan diri pada anak-anaknya.

Dalam kondisi ini, peran orang tua sangat besar dalam menumbuhkan self love pada diri remaja. Selain itu, ada beberapa cara mengatasi jerawat pubertas yang dapat kita ajarkan kepada anak-anak kita.

1.Rutin mencuci muka.

Jerawat pubertas sangat mungkin terjadi karena kebiasaan malas mencuci wajah. Selain itu, mencuci wajah secara berlebihan juga dapat menjadi salah satu pencetusnya.

Orang tua, khususnya ibu dapat mengajarkan cara mencuci wajah yang benar, yang dimulai dengan pemilihan sabun pencuci wajah yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit remaja.

Biasakan mencuci wajah sebanyak dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Ajarkan juga untuk menggosok wajah secara lembut, kemudian mencucinya dengan air mengalir yang bersih. Pada saat mengeringkan, hindari menggosok wajah dengan handuk namun lakukan gerakan menepuk wajah secara perlahan.

2. Penggunaan produk perawatan wajah yang tepat.

Produk perawatan wajah yang tepat harus disesuaikan kondisi kulit wajah. Untuk pemilik kulit berminyak, gunakan produk berbahan dasar air atau oil free agar kulit tidak semakin berminyak. Sedangkan bagi pemilik kulit kering, usahakan memilih produk yang dapat menghidrasi dengan optimal.

Pada umumnya, kondisi kulit wajah yang berminyak memang yang paling rentan dihinggapi jerawat. Namun, kondisi kulit yang terlalu kering juga cenderung sensitif, sehingga mudah terinfeksi jerawat.

Selain menggunakan produk yang sesuai dengan kondisi kulit wajah, penggunaan produk dengan kandungan salicylic acid dan tea tree oil juga dipercaya mampu mengurangi peradangan pada jerawat.

Salicylic acid terbukti efektif membantu pengelupasan baik di permukaan maupun dalam pori-pori kulit, membantu membunuh bakteri, dan mengurangi kemerahan pada kulit akibat peradangan.

Sedangkan tea tree oil bermanfaat untuk melembabkan, mencegah infeksi, dan dapat menenangkan kulit sehingga dapat digunakan oleh pemilik kulit kering.

3. Jangan lupakan pelembab wajah

Selain tahapan cleansing wajah, penggunaan pelembab merupakan langkah perawatan mendasar yang perlu dilakukan sedini mungkin.

Penggunaan pelembab, meskipun memiliki efek melembabkan bukan berarti harus dihindari oleh pemilik kulit berminyak.  Pemilihan pelembab yang berjenis oil free atau berbahan dasar air sangat direkomendasikan untuk menjaga kecukupan kandungan air pada kulit.

4. Gunakan sunscreen dalam takaran tepat

Berikutnya, hal yang tak kalah penting dalam merawat kulit berjerawat pada remaja adalah memberikan perlindungan dari sinar matahari.

Gunakan sunscreen atau produk pelembab ber-SPF pada pagi dan siang hari. Gunakan dalam takaran cukup, yaitu sebanyak dua ruas jari tangan. Kemudian ulangi pemakaiannya setelah beberapa jam, atau setelah mencuci wajah.

5. Konsumsi bahan pangan tinggi serat

Manfaat sayur dan buah untuk mengatasi jerawat

Bahan pangan tinggi serat tidak hanya bagus untuk melancarkan pencernaan, namun juga membantu regenerasi kulit wajah, serta tinggi kandungan antioksidan. Konsumsi sayur dan buah secara rutin dalam jumlah cukup juga dapat membantu menghaluskan kulit wajah, menekan kandungan minyak, serta menjaga kekencangan kulit wajah.

6. Konsultasi secara medis

Jika sudah melakukan berbagai cara, namun kondisi jerawat pubertas dirasa semakin parah, maka tidak ada salahnya melakukan konsultasi pada dokter spesialis kulit. Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyebab jerawat secara pasti, karena beberapa indikasi medis seperti alergi juga dapat memperparah jerawat pubertas pada remaja.

Hingga hari ini, kurang lebih sudah 6 bulan sejak si Najwa mulai menerapkan cara merawat kulit berjerawat seperti yang saya ajarkan. Kondisi kulitnya berangsur-angsur membaik, meskipun jerawat kecil-kecil itu masih terus tumbuh di dahinya.

Memang, merawat jerawat pubertas itu tidak bisa simsalabim, kok. Butuh ketelatenan yang tidak sebentar. Apalagi kalau sudah berkaitan dengan tahapan pembersihan hingga hidrasi wajah.

Sesekali, Najwa masih sering lupa untuk mencuci wajah sebelum tidur. Saya yang super cerewet ini pastinya selalu mengingatkan agar ia tak menyesal di kemudian hari. Selain itu, penggunaan tabir surya juga salah satu tantangan baginya karena belum terbiasa dengan sensasi sedikit gerah karena produk berjenis lotion yang menempel di wajah.

Yang tidak kalah penting saat mendampingi remaja yang sedang bermasalah dengan jerawat pubertas adalah menumbuhkan kepercayaan dalam dirinya. Ya, jerawat di wajah memang sangat mengganggu penampilan mereka, namun tak semestinya hal tersebut membuat minder. Jerawat hanyalah masalah kecil jika dibandingkan dengan berbagai kompetensi yang ada dalam diri remaja.

 

18 thoughts on “Jerawat Puber Tak Semestinya Bikin Minder! Berikut 5 Cara Merawat Jerawat Pubertas pada Remaja”

  1. Naaah kebetulan aku lagi nyari2 artikel ttg jerawat pubertas mba. Secara anakku udh 9 THN, dan sebentar lagi dia pasti ngerasain yg namanya masa2 puber, walopun ga tau ntr bentuknya bakal gimana , apa dari karakter ATO malah kluar dlm bentuk jerawat . Jujurnya pas aku di masa2 sekolah, aku ga ngalamin yg namanya jerawat hormon. Bisa JD Krn ortuku ga ngalamin juga. Dan mama termasuk yg strict bangettttt urusan merawat kulit sejak aku SMP. JD kulitku aman2 aja waktu itu.

    Tapiii pak suami termasuk yg jerawat hormonnya parah wkwkkwkw. Makanya akukan kuatir anakku bisa aja menuruni gen nya . Jadi aku hrs jaga2 dari skr, mastiin si Kaka dan ntr si Adek ga parah2 amat jerawat hormonnya.

    Kalo ttg cuci muka, si Kaka udh aku kasih produk yg aman untuk dipakai anak seusia dia. Dan slalu aku cerewetin jgn pernah lupa cuci muka, kecuali dia mau mukanya kluar banyak jerawat nanti. So far sih anaknya agak takut liat jerawat2 hormon yg aku KSH tunjuk. Jadi dia selalu bersihin wajahnya bener2 pas mandi :D. Semoga aja ttp rutin.

    Tapi kalo sunscreen aku blm ketemu yg cocok buat anak seusia itu. Ntr deh aku coba cari lagi. Pengennya bisa yg light kan, biar ga risih. Aku sendiri ga suka kalo sunscreen yg aku pake berat di wajah.

    Reply
  2. Iya nih anakku juga udah mulai ada jewaratnya, makanya emakny yg harus rewel buat bersihin wajahnya & aku pilihin prduk yg sesuai untuk remaja. Gak apa-apa kita cerewet untuk kebaikan mereka ya

    Reply
  3. Ibuk yang cerewet adalah kunci hihihi…soalnya anak tuh suka ada cueknya pas giliran merawat jerawat, tapi pas ngaca ngamuk-ngamuk lihatnya.
    Anakku karena cowonk mungkin ya, jadi pas SMA baru jerawatan itu yang kecil-kecil, kayaknya ga ngikut aku yang memang tipe jerawatan , ngikut Bapaknya yang tipe kulit wajah mulus.
    Tapi jerawat hormon ini mulai mengganggu di, mungkin karena udah SMA ya. Mana dah dibelikan produk terkiat males bener pakenya..Ini mau kuajakin treatment aja kalau memang perlu

    Reply
  4. Memegang dan memencet jerawat sungguh tidak bisa tidak saya lakukan saat jamannya wajah ini bertabur jerawat sekitar dua puluh lima tahun yang lalu.
    Yagitu, akhirnya banyak bekasnya. Alhamdulillah udah menikah, jerawat ga sering muncul lagi. Kalaupun ada sekarang saya bisa lebih bersabar untuk tidak memencetnya. Hehehe

    Reply
  5. Wah anak aku yang SMA lagi jerawatan banget nih,
    Posisi di jidat dan jerawat kecil2 tapi banyak gitu

    Iya sih, aku juga suruh dia rajin cuci muka setiap malam dan pake pelembab aja
    Memang usia segitu lagi masanya sih yaaah, tapi tetep harus dirawat juga sih yaah

    Reply
  6. Ini dulu aku juga sering berjerawat tapi ngga dapat edukasi yang baik soal jaga kesehatan kayak gini. padahal jerawat ngga melulu karena wajah kotor ya mba tapi juga karena pola makan.
    Aaah tapi ngga nyesel karena sekarang punya anak perempuan jadi lebih aware sama jerawat dan ilmunya bisa diturunin ke anak nih heheh.

    Reply
  7. Aku dulu masa remaja jerawat parah. Sampai ke dokter kulit segala, minum antibiotik.
    Minder laaah zaman itu mah.
    Engga pengen terjadi ke anak wedok. Jadi yaa perhatian banget sih ke perawatan wajah.
    Sekarang berbagi diskonan kalo beli skin care…Haha…

    Reply
  8. Emang butuh ibu yang cerewet buat mengingatkan anak remajanya agar rajin cuci muka mbak. Aku pun begitu juga, anak pertama 12 tahun dan anak kedua 11 tahun. Mulai muncul jerawat di dagu dan dahinya, semoga nggak merembet ke pipi. Sejak kehadiran si jerawat, saya jadi lebih sering mengingatkan mereka buat cuci muka pakai facial wash anti acne yang khusus saya belikan untuk mereka

    Reply
  9. Wah ternyata perawatannya gak sulit-sulit amat ya, coba aja artikel ini sudah ada pas zaman saya SMA dijamin saya gak bakalan minder akibat jerawat diseluruh wajah

    Reply
  10. Dulu pas masi sekolah belum kenal concealer. Taunya bedak aja tapi aku nggak pernah pake bedak bener2 tomboy. Nggak jerawatan. Ada jg yg jerawatan temen2, aku malah kok nggak ya. Jadi pernah bertanya2 sendiri oh ternyata ada yg jerawat ada yg nggak. Beda2. Ini artikel bermanfaat banget mba, anak aku yg blm puber aja tapi udah deg2an akuuu. Makasih yaa aku jadi baca2 lagi, banyak yg lupaaa

    Reply
  11. Masa remaja itu emang rentan sama jerawat ya, Mba. Bahkan gak hanya perempuan, anak cowok juga banyak yang bermasalah dengan jerawat. Karena banyak faktor, penanganan juga harus tepat. Kebiasaan pencet-pencet kadang gak bisa dihindari karena jari tuh kadang gatel kalau gak mainin jerawat. Hehe

    Reply
  12. soal sunscreen ini memang berefek banget di muka saya kak, kalau ga cocok langsung kusam dan muncul bruntus kayak jerawat gitu, ternyata memang ngaruh banget ya kalau ga cocok

    Reply
  13. Adik aku cowok jerawatnya kayak lagi panen. Buanyak banget. Pakai produk apapun masih belum ada yang cocok

    Reply
  14. Wah wah pas banget nih kak, anak bujang ku lagi jerawatan banyak deh. Dia udah rempong bgt, lha mamanya gak ngerti wong gak pernah jerawatan hahahhah.. wes deh tak suruh ikutan baca tulisan ini aja deh..aman

    Reply
  15. Huft… Struggling irusan jerawat pubertas tuh gak gampang ya mbak. Neu produk yang pas tuh susah banget. Apalagi kalau termasuk jenis kulit sensitif

    Reply
  16. Jadi ingat masa-masa remaja yang pada waktu itu hahaha. Asli pernah ngerasain yang namanya minder, terus akhirnyaa jadi yaudahlah cuek aja. Kadang aku masuk yang tipe agresif hahaha geli jadinya mba.

    Reply

Leave a Comment