LIFESTYLE TIPS

Berencana Memelihara Hewan Peliharaan di Rumah? Berikut Do’s and Dont’s yang Perlu Diketahui!

Berulang kali DuoNaj merengek minta memelihara kucing di rumah. Berulang kali pula aku menolak karena merasa belum siap. Iya, aku belum siap menambah “momongan”. Menurutku memiliki hewan peliharaan di rumah ibarat menambah “momongan”. Enggak cuma harus mengurusi makan dan minumnya. Hewan peliharaan zaman now juga butuh dimandikan dan keramas layaknya manusia. Beberapa jenis bahkan butuh di-entertain seperti jalan-jalan pagi atau hang-out di taman. Vaksin, belum lagi urusan kotorannya. Duh, aku perlu memikirkannya dengan matang sebelum nantinya benar-benar mengiyakan.

Tapi, harus kuakui, banyak juga manfaat dari memelihara hewan peliharaan di rumah. Selain dapat meramaikan tempat tinggal, memelihara hewan merupakan sebuah cara melatih tanggung jawab untuk anak. Bahkan sebuah penelitian mengatakan, memelihara hewan peliharaan juga berkaitan dengan aspek psikologis yaitu sebagai penawar kepenatan sehari-hari .Mungkin, karena alasan itu pula suamiku pun terus merajuk agar aku mengiyakan permintaan DuoNaj.

Berbeda dengan hewan-hewan peliharaan yang membutuhkan kandang khusus, kucing dan anjing merupakan hewan peliharaan yang paling banyak tinggal bersama dengan sang pemilik karena insting kepatuhannya.

Berdasarkan kebiasaan-kebiasaan memelihara hewan tersebut, ada beberapa penyedia hunian baru. Mulai dari rumah atau apartemen milik pribadi yang memberikan keleluasan bagi penghuni, untuk dapat tinggal bersama hewan peliharannya. Beberapa penyedia sewa rumah bulanan atau tahunan bahkan mulai mengizinkan.

Tapi, bukan berarti bebas ya, memelihara hewan peliharaan di dalam rumah pun memiliki peraturan-peraturan tertentu.

Dilansir dari situs housing.com, bagi kalian yang dapat tinggal bersama dengan peliharaan kalian dalam sebuah hunian, ada baiknya untuk memperhatikan poin apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan (Do’s and Dont’s). Hal tersebut ditujukan untuk mempertahankan rasa nyaman di rumah saat memutuskan hidup bersama hewan peliharaan.

 

 

Yang dapat dilakukan (Do’s) saat memelihara hewan peliharaan di rumah

Menciptakan Area Khusus untuk Hewan Beraktivitas

Memberikan area khusus untuk hewan peliharaan melakukan aktivitasnya bukan berarti sebuah langkah untuk membatasi ruang geraknya. Area-area tersebut justru akan memudahkan pemilik dalam melakukan perawatan pada rumah dibanding membiarkan binatang peliharaan untuk beraktivitas sesuka hati mereka. Kita dapat membuat area khusus tersebut dari ruang kosong di dalam rumah atau membuatnya secara khusus di luar hunian.

Hewan peliharaan pada dasarnya akan melakukan kegiatan yang sama setiap harinya dengan tempat yang sama. Untuk itu buat kenyamanan pada area tersebut saat pertama kali mereka beradaptasi. Melalui area ini pula, kita dapat meminimalisir potensi kehilangan hewan peliharaan  dikarenakan dapat dipantau dengan mudah.

Melapisi Furniture dengan Penutup Berbahan Sintetis

Sebisa mungkin,  kita harus memperhatikan ancaman-ancaman yang terjadi ketika memelihara hewan kesayangan. Misalnya ancaman kerusakan pada sejumlah furniture yang disebabkan dari cakar hewan. Melapisi furniture-furniture penting seperti sofa, tempat tidur, dan furniture lainnya dengan menggunakan penutup yang terbuat dari bahan sintetis yang tidak mudah robek.

Selain itu, barang-barang elektronik yang menggunakan kabel seharusnya juga dapat dilapisi menggunakan penutup yang sama, terutama pada bagian kabel. Jangan sampai rumah kita terganggu dengan korsleting listrik. Selain menghambat aktivitas, biaya perbaikannya pun lumayan. Jadi, ada baiknya kita usahakan untuk menempatkan kabel-kabel dengan rapih di tempat yang jauh dari jangkauan hewan peliharaan.

 

 

Yang tidak dapat dilakukan (Dont’s) saat memelihara hewan peliharaan di rumah

Memberikan Akses Tanpa Batas

Meskipun sangat cinta dengan hewan peliharaan, tidak berarti kita memberikan akses tanpa batas kepada mereka. Memberikan akses tanpa batas kepada hewan tentu dapat menjadi beban yang berat apalagi jika menyangkut ruang-ruangan khusu di rumah. Mulai dari ancaman berantakan, kotor, bau,  hingga kerusakan adalah hal yang kalian tidak dapat hindari lagi. Sekiranya, beberapa ruangan yang seharusnya memiliki akses terbatas. Misalnya kamar mandi dan kamar tidur.

Membiarkan Rumah Berantakan dan Kotor

Penting untuk selalu rutin membersihkan dan merapihkan ruangan-ruangan di dalam rumah. Pasalnya jika ruangan-ruangan yang terakses oleh hewan peliharaan tersebut berantakan dan kotor, hewan peliharaan kita bisa saja akan terbiasa dengan kondisi seperti itu.

Mungkin terlihat sepele, namun kebiasaan-kebiasaan seperti itu dapat memberikan nilai negatif pada proses adaptasi hewan peliharaan. Karena seperti halnya manusia, bisa saja terdapat kecenderungan dari hewan peliharaan  untuk membuat kondisi ruangan-ruangan tersebut menjadi berantakan dan kotor. Meskipun berulang kali kita berusaha membersihkan atau merapihkannya.

Selain itu, kondisi rumah yang berantakan dan kotor dapat memicu berkembangnya bakteri. Selain berbahaya untuk kesehatan kita, tentunya hal ini juga tidak baik untuk kesehatan binatang peliharaan. Baik kucing atau binatang peliharaan dari jenis lainnya. Prinsipnya sih sama saja. Mereka butuh dibersihkan dan tinggal dalam lingkungan yang juga bersih.

So, masih berencana memelihara hewan peliharaan di rumah? Kalau aku sih, masih mikir lagi. Nggak tahu kalau teman-teman, hehe.

 

3 thoughts on “Berencana Memelihara Hewan Peliharaan di Rumah? Berikut Do’s and Dont’s yang Perlu Diketahui!”

  1. Memang memelihara hewan itu ibarat nambah anak lagi. Kalo sakit ya harus di bawake dokter hewan, harus di vaksinasi juga, belum makan minum dan tidurnya.
    Pengalaman pribadi , aku memelihara 2 kucing mbak. Pengeluaran juga lumayan hahaha. Satu kali vaksin 225 ribu. Padahal 1 kucing perlu 2 kali vaksin. Tapi ya gapapa demi kesehatan dan biar gak gampang sakit.
    Jadi kalo niat memelihara hewan memang harus niat juga dompetnya ^^ malah curhat

  2. setuju mba. akupun ga mau sembarangan mutusin utk pelihara hewan. buatku hewn peliharaan itu bukan mainan. tp makhluk hidup yg sama kayak anak sendiri. jd harus dipikirin baik2. kalo ga mampu, mendingan jangan. skr ini aku peliara kucing. tp itupun sbnrnya kucing keluarga suami yg ditaro di rumah mertuaku. krn rumah kami deketan, akuga keberatan utk menanggung uang makan dll si kucing. toh aku memang sayaaang banget ama kucing juga.

    tp utk pliara sndiri di rumah aku blm bisa. rumah msh kecil dan ga ada halaman luas. kasian kucingnya kalo ntr ruang geraknya terbatas :(.

  3. Bapake yang miara² di rumah. Dulu burung. Zaman flu burung, dijualin, kasihkan orang. Engga enak. Kalo pergi² kepikiran. Sekarang ikan aja di aquarium kecil. Kasih makan sekali sehari. Paling heboh ngurasnya doang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *