LIFESTYLE WOMEN STORY

Gojek Super App-Aplikasi Cerdas Penyelamat Ibu-Ibu dengan Keterbatasan Mobilitas

Gojek Super App

Awal 2013, ketika pertama kali menjejakkan kaki di Ibu Kota, aku sempat merasa gamang. Banjir, macet, daerah padat penduduk dan suami yang sering tugas keluar kota membuatku sempat tidak percaya diri, Mampukah aku menaklukkan kota ini?

Selain “buta peta”, mobilitasku pun tak terlalu lincah karena harus membawa serta Najwa, yang saat itu belum genap 2 tahun.  Dulu, ketika aku ingin pergi ke suatu tempat, satu-satunya jalan hanyalah menunggu suami longgar sehingga bisa mengantarkan.

Atau, jika terpaksa harus bepergian sendiri. Maka jauh-jauh hari sebelumnya aku harus mencari tahu rute dan nomor angkutan umum yang bisa kutumpangi. Menyiapkan mental karena Si Bayi bisa saja tantrum atau rewel karena kepanasan di tengah jalan. Bersikap hati-hati karena kejahatan di angkutan umum yang  beberapa kali terjadi, bahkan di depan mata kepalaku sendiri.

Gojek Super App
Najwa saat usia 20 bulan, sering rewel dan kelelahan di dalam angkot

Was-was dan melelahkan, itu yang kurasakan ketika harus bepergian dengan Najwa.

Kejadian seperti itu pun masih berlanjut hingga lahir anak kedua. Bukannya semakin lincah karena semakin mengenal jalanan Jakarta. Mobilitasku malah semakin lambat karena kehadiran dua balita. Pekerjaan rumah semakin menggunung. Ingin bepergian sendiri pun rasanya harus berpikir ulang. Rempong, Cyin! Mending pasrah saja dengan kenyataan hidup yang harus menunggu diantar-antar oleh suami.

Mobilitas Terbatas yang Berimbas pada Munculnya Rasa Bosan

Iya, sebagian perempuan memang merasa baik-baik saja ketika harus menanti suami ketika bepergian. Tak sedikit pula yang merasa cukup bahagia dengan aktivitas domestik yang nyata-nyata bisa mereka lalui dengan bahagia. Bahkan untuk urusan berteman dan menjalin networking pun, banyak yang hanya mengandalkan ber-haha-hihi di dunia maya. Tak perlu keluar rumah, tak perlu menembus macet dan berpanas-panasan.

Sayangnya hal seperti itu sepertinya kurang cocok untuk tipe perempuan sepertiku. Menjadi ibu rumah tangga yang identik dengan aktivitas 7×24 ternyata tak cukup memberikan hiburan. Bahkan pertemanan di dunia maya pun tampaknya masih kurang.

Aku tipe perempuan yang butuh “keluar”, bertemu dan menyerap energi dari orang-orang yang kutemui. Aku butuh bersosialisasi di dunia nyata. Aku butuh kegiatan lain di samping mengasuh anak dan menyelesaikan deretan daftar pekerjaan rumah tangga yang tidak ada ujung pangkalnya.

Baca juga: 33 Ide Hobi dan Manfaatnya untuk IRT

Gojek Super App Membantu Mengurai Masalah Keterbatasan Mobilitas

Gojek Super App

Semua permasalahan mobilitas ini kemudian sedikit demi sedikit terbantu dengan hadirnya aplikasi transportasi online yang hingga hari ini masih menjadi aplikasi andalanku.

Iya, apalagi jika bukan Gojek yang kini telah bertransformasi menjadi Gojek Super App. Dengan Gojek pasti ada jalan. Gojek tidak lagi terbatas pada aplikasi penyedia jasa transportasi online, tetapi telah menjelma menjadi aplikasi layaknya asisten pribadi.

Gojek dengan fitur GoCar seolah menjadi penyelamat bagiku yang “buta peta”. Ke mana pun aku ingin bepergian dengan anak-anak, semua menjadi mudah asalkan gawai lengkap dengan sambungan internetnya selalu di tangan.

Tak perlu menunggu suami punya waktu untuk mengantarkan. Tak lagi khawatir harus berdesakan di kendaraan umum dan kepanasan. Perjalanan pun sangat nyaman meskipun harus membawa dua balita.

Tak cukup sampai di situ, ketika aku mulai mengikuti beberapa event dari aktivitas blogging pun, aku selalu mengandalkan GoRide yang siap mengantarkanku dari satu tempat ke tempat lainnya—yang seringkali aku pun belum pernah mengunjunginya.

Dengan GoRide, di mana pun  venue-nya insyaallah ketemu. Karena rata-rata driver Gojek sudah mengenal lokasi bahkan mengetahui rute untuk mengindari kemacetan.

Aku pun sebagai “Ibu-ibu rumahan” mulai mengeksplor berbagai lokasi baru di Jakarta. Dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menghadiri berbagai event yang berbeda. Kuper? Kudet? Enggak lagi, dong, berkat GoRide #pastiadajalan.

Baca juga: Tips Manajemen Waktu untuk IRT

Gojek Super App Menyelamatkanku dari Berbagai Riset Lomba

Gojek Super App

Selain membuka peluang baru bagiku—yang biasanya selalu pasrah dengan mobilitas yang terbatas—Gojek Super App juga menjadi penyelamat dari berbagai riset lomba.

Pengalaman ini tidak hanya sekali. Kalau tidak salah bahkan sudah lebih dari lima kali ketika aku harus mengandalkan GoRide untuk mengunjungi lokasi demi lokasi untuk urusan riset penulisan.

Aku ingat betul, pengalaman pertama kali ketika harus “blusukan” mencari lokasi Kampung Berseri Astra yang berada di belakang pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan. Aku sempat menyerah karena beberapa kali salah jalan. Tapi dengan sabar driver GoRide yang mengantarkanku bertanya pada orang-orang yang kami temui di jalan. Bahkan menunggu hingga aku memastikan lokasinya tepat dan bertemu dengan nara sumbernya.

Wah, rasanya amazing banget karena bertemu dengan driver jempolan. Enggak Cuma bintang 5, aku pun tak segan memberikan tips dalam jumlah yang tidak biasa. Bukan sombong, lho! Tapi aku justru merasa berhutang banyak pada Gojek dan driver-nya. Sehingga menurutku, beberapa rupiah yang kukeluarkan belumlah sebanding dengan apa yang telah kudapatkan.

Pengalaman berikutnya kembali terjadi ketika aku harus meriset beberapa lokasi bersejarah, dan situs peninggalan tokoh penting di Jakarta Timur. Dari pemakaman ke perkampungan padat yang belum pernah kujamah, semuanya pernah kulewati bersama beberapa driver  GoRide yang alhamdulillah selalu sabar hingga kami menemukan lokasi yang ditunjukkan GPS. Sekali lagi aku sangat bersyukur dengan Gojek Super App pasti ada jalan.

Gojek Super App dan Kemudahan Mendapatkan Menu Kesukaan

Tak cukup dengan GoRide dan GoCar, secara berkala aku pun mulai menyerahkan sebagian pekerjaan rumah tangga pada GoFood.

Iya, aku memang tak terlalu pandai mengolah bahan makanan untuk keluarga. Bahkan aku selalu pernah berharap memiliki tongkat sihir yang dengan sekali melambai dan sedikit mantra aku bisa menghidangkan makanan di meja makan.

Sayangnya itu semua hanya ada dalam cerita para penyihir. Aku yang tidak terlalu ahli dalam memasak tetap harus mengolah setahap demi setahap hingga semangkuk sayur beserta lauk-pauknya terhidang di meja makan.

Tetapi, lidah memang tak bisa dikhianati. Seringkali anak-anak merasa bosan karena resep dan menu andalanku selalu itu-itu saja. Jalan keluarnya tentu saja dengan memesan makanan dari luar secara berkala. Lagi-lagi, untuk urusan yang satu ini aku yakin #pastiadajalan dengan mengandalkan Gojek Super App. Kami pun kembali dimanjakan dengan fitur GoFood yang siap membelikan aneka menu favorit dari ratusan merchant yang telah bekerja sama.

Gojek SUper App

Kalau dulu aku berusaha menghindari makanan delivery karena identik dengan sajian fast food. Kini, dengan hadirnya GoFood, cap cay kuah pun bisa kami nikmati dalam kondisi masih panas. Sehat, segar, enak dan tentu saja praktis untuk ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga di rumah.

Terkadang, aku merasa tak perlu berkata-kata lagi untuk mengungkapkan betapa Gojek Super App telah menjadi penyelamat bagi ibu-ibu sepertiku. Dengan GoRide, ratusan kilometer dan puluhan tempat baru telah kudatangi. Tentu saja semua itu memberikan pengalaman baru dan memperluas networking-ku.

Tak hanya itu, Gojek Super App juga telah meringankan sebagian pekerjaan domestik yang dimulai dari urusan dapur. Bisa jadi, Gojek Super App pula yang nantinya menyelamatkanku dari urusan rumah berdebu. Who knows? Karena  Gojek Super App sudah menyediakan semua fitur layanannya. Tinggal kita coba-coba saja, bukan?

 

 

 

40 thoughts on “Gojek Super App-Aplikasi Cerdas Penyelamat Ibu-Ibu dengan Keterbatasan Mobilitas”

  1. Aku termasuk ibu-ibu yang bahagia banget setelah ada Gojek. Area rumahku tuh minim angkutan umum padahal dekat jalan besar. Tapi memang bukan rute angkutan umum lewat. Bahkan ojek aja gak ada yang mangkal. Agak susah kalo mau kemana-mana. Tapi sejak ada Gojek, mau pergi kemanapun, jadilah 🙂

  2. Aku juga langganan Gojek mbak. Helm Gojek sekarang motifnya baru, ku suka, hihihi. Membantu banget ya Gojek buat mobilitas yang cepat dan lancar, bisa nyalip-nyalip dan kalau gak tahu alamat sekalian deh minta tolong babang Gojek, hehehe

  3. Saya termasuk yang bahagia dengan adanya gojek ini. Sore-sore malas masak, tinggal cari menu aja di go food. Mau bepergian sama anak-anak, sementara suami pas nggak bisa nganter, tinggal pakai go car. Biasanya pas sampai rumah, pak sopirnya lihat ada mobil nangkring di garasi suka nanya, “ibu ada mobil kok pakai gocar”

    Saya nggak bisa nyetir pak!

  4. Iya mbak, aku juga tertolong banget karena berkat Gojek, aku bisa menjelajah wilayah Jakarta sendirian soalnya aku ini susah menghapal tempat dan jalan, tinggal klik pesan langsung deh sampai di tempat tujuan, pokoknya bantu banget udah gitu mobilitasnya juga lebih cepet pakai Goride.

  5. Gojeeek my life saver hehe. Karena gak bisa bawa kendaraan sendiri, gojek memang jadi solusi selain naik moda transportasi umum. Apalagi kalo perginya pagi banget atau pulang malem banget. Kebantu banget. Semenjak jadi anak kos, go food jadi lebih terasa berhargaaa~

  6. Gojek emang berguna banget! Apalagi kalau lagi ngejer waktu dgn kemacetan Jakarta yg ngga bisa diduga, beuh, juara banget pake gojek. Dan sekarang yg aku liat para pengemudinya bersih2 dan helmnya pun bagus2, jadi ngga perlu takut kerudung bau pake helm abangnya 😀

  7. Gojek memang super lengkap nih..
    di Bengkulu memang belum ada gojek tapi aplikasinya sering kupakai untuk belanja juga isi pulsa maupun listrik hehe.. soalnya banyak promo

  8. sebelum ada aplikasinya aku pengguna gojek buat pesan makanan dan antar barang mba, gak sangka ternyata di tahun 2015 aplikasinya sudah ready dan sekarang sebesar ini hingga bisa membantu aktivitas masyarakat Indonesia

  9. Aplikasi yang satu ini emang super app banget. Kalo aku srg pake buat gofoodnya sih. Secara males masak & pengen yg enak2… haha… apalagi kalo pas ada voucher diskon, beuuh mantuul..

  10. Gojek emang ngebantuin banget buibuk yang mobil kesana kemari. Aku salut sama ibu-ibu yang sering ngajak anak-anaknya di usia balita pergi tanpa teman seperti keluarga atau suami. Karena aku nggak pernah ngalami, selalu ada yang anter, baik itu suami atau bapakku, atau adikku karena satu kota

  11. Ku paling bersyukur ada Gojek. Meski bisa mengendarai motor dan mobil tapi untuk urusan keluar sendiri di Jakarta lebih praktis nge-Gojek aja atau ngangkot sambung Gojek. Praktis dan ekonomis. Juga karena aku enggak tahu arah jalannya. Mumet ngapalin jalan Jakarta. Paling deket-deket rumah aja tahunya, atau jalan yang sudah pernah dilewati sebelumnya. Lebih hemat GoRide atau GoCar pokoknya, enggak capek juga. Juga,,,mau makanan apa yang enggak bisa/enggak sempat bikinnya, biarkan jari yang bekerja..GOFood in aja:D

  12. Memang patut disyukuri sih adanya Gojek Supe App ini. Selain merevolusi ojek juga merevolusi cara makan dan bepergian. Dan yang penting roda perekonomian makin merata dengan adanya app Gojek ini

  13. Aku juga pengguna Gojek dan merasa sangat terbantu dengan adanya Gojek. Selain perjalanan menjadi lebih mudah, cepat, dan murah. Selain itu kalau lagi ngga sempet masak tinggal go food. Dan masih banyak fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan.

  14. Aku juga pengguna Gojek dan merasa sangat terbantu. Perjalanan menjadi lebih mudah, lancar, dan murah. Kalau lagi males masak tinggal order via go food aja. Dan masih banyak menu lain yang bisa dimanfaatkan.

  15. Aplikasi GO-JEK ini memang mamak-mamak friendly, yak. Udah bejibun juga di Malang sini. Saya pun pake ini sejak kemunculannya. Tapi lebih sering pake yang Go-Car, sih. Biasanya pergi bareng-bareng keluarga besar pas si Abi ga bisa nganter pake mobil. Ga bingung lagi musti carter mobil umum, gitu.
    Yang kedua, baru deh untuk Go-Food dg alasan yg hampir sama dengan BukNaj, hehe.
    Kalo Go-Ride seringnya pake pas lagi ada adek. Kan dia driver gojek 🙂

  16. Helm gojek dark-mode ya mba, hehehe. Saya termasuk emak-emak yang terbantu dengan adanya gojek. Tinggal di kawasan yang cukup menjauh dari sarana transport, pastinya senang tinggal buka hape aja ada yang bisa ngantar-jemput. Sekarang Gojek tambah lengkap pula fiturnya, mau bayar apa aja lewat gojek bisa

  17. Gojek andalanku juga. Klik Goride kalo kesusu hrs ke suatu tempat dan di tempat sana susah parkir.
    Kadang ama suami yaa, Gocar aja. Lebih praktis dan engga capek…

  18. Aku salah satu orang yamg bersyukur dengan adanya gojek. Duluu banget tiap aku lagi sakit dan gak bisa anterin sekolah bingung banget cari tukang ojek buat antar sekolah. Kini pas sakit atau sehat tapi lagi repot selalu mengandalkan mereka. Terima kasih Gojek.

  19. Go Food itu penyelamat aku kalau lagi gak sempet keluar beli makanan atau gak punay bahan makanan buat di masak. Mau amkan apa aja bisa pilih ya gak cuma fast food aja sekarang

  20. Dulu pas pertama pindah Jogja, hal yang aku benci adalah pergi ke mana-mana sendirian. Mana aku lg hamil, mau nyetir sendiri nggak brani
    Jadinya kalo pergi-pergi harus nungguin pak swamik atau panggil taksi dan bayar mahal. Untungnya dejak ada gojek ke mana mana sendiri tetep hepi. Anakku sik gede juga mulai berani pergi sendiri. Pokoknya andalan banget lah gojek.

  21. Iya, aku juga kebantu banget dengan adanya Go-Jek, maklum orang gunung hihihi, biasanya naik bus Trans Semarang, terus turu halte lanjut Go-Jek ke lokasi event blogger, dimudahkan banget…

  22. Bener banget mbak.. Penolong banget deh Gojek ini.. Gak bisa nyetir motor/mobil, gak tahu jalan, gak punya kendaraan.. gak punya waktu.. ahh ada semua solusinya

  23. Ku juga sangat terbantu berkat gojek ini mak. Kebayang gitu mager kalau mau beli makan bawa semua anak-anak. Bayanginnya capek duluan. Kalau ada gojek bisa pesen tinggal nunggu di rumah sajaaa

  24. Udah bisa kayaknya mba untuk urusan bersihkan rumah kita pakai jasa Gojek ini. Jadi selain bepergian, untuk urusan perut pun bisa minta bantuan aplikasi yang satu ini. Kita tinggal skrol dan klik aja. Bereeesss deh

  25. Buat aku pribadi dengan kehadiran Gojek ini sangat membantu banget, mbak. Karena aku bisa mengejar waktu untuk kerja dengan cepat. Terus juga menolong waktu lapar dan ga bisa keluar rumah 🙂

  26. Wah-wah wah iyaaa emang memudahkan banget yaa kak, nggak cuma ibuk-ibuk aku juga sangat kebantu. hehe apalagi pas lagi mager di kostan males cari makan yaa pake Gofoodnya Gojek deh as simple as that hehe 🙂

  27. Sama Mbaa, aku pun sempat “buta peta” bahkan sampai skr juga gak terlalu hapal daerah2 tertentu di Jkt. Sempat merasakan menjadi Pekerja di Jakarta tanpa adanya transportasi Online, dan harus bergantung ke Kopaja saat itu, sempet hampir kecopetan, jatuh, dll. Wiiih benar kata orang “Ibukota lebih kejam daripada bla bla bla”, haha. Tapi pada akhirnya terbiasa, dan hadir Gojek sebagai Penyelamat mobilitas terbatas karena gak bisa bawa kendaraan sendiri, wkwk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *