Uncategorized

Impianku Sebelum 40 Tahun

Setiap impian selalu diawali oleh seorang pemimpi. Tapi jangan lupa, selalu ada kemauan, kesabaran dan gairah yang menuntunmu untuk meraih impian dan mengubah dunia. (Harriet Tubman)

Happy Life Before 40s
Orang bilang bekerja berdasarkan passion adalahhal yang paling membahagiakan. Selain tidak menjadi beban karena melakukansesuatu yang memang disenangi, bekerja dengan passion membuat seseorang lebihkreatif dan tahan uji.Lantas, bagaimana dengan orang-orang seperti sayaini, yang bisa dibilang sedikit terlambat mengenali passion-nya?  
Pada saat usia telah melewati kepala 3, saya barumerasakan gairah yang begitu membuncah di dunia kepenulisan. Saya pun denganberani menyeburkan diri dalam dunia ini. Berlatih untuk kemudian berusahamenghasilkan karya pertama saya sendiri. 

Memang bukan sesuatu yang luar biasa. Pada saatitu karya saya baru sebatas artikel yang rutin di posting di salah satu portalberita wanita. Kemudian disusul beberapa artikel di blog yang hingga hari inimasih menjadi rumah maya saya.
Tapi kemudian gairah saya di dunia menulis mulaimenemukan jalannya. Setelah tulisan pertama yang mendapat apresiasi sebagaitulisan terpilih untuk  kemudian  diterbitkan dalam bentuk buku antologi. Sayapun mulai berani bermimpi lebih tinggi.  Saya ingin menulis satu buku solosebelum usia saya genap 40 tahun.
Bagi sebagian orang, impian saya terdengar sederhanasaja. Walau begitu,  saya pribadi merasa butuhusaha, kerja keras dan manajemen yang baik untuk dapat merealisasikannya.Karena menjadi pekerja kreatif sebagai penulis bukan semata-mata bakat ataumemiliki keterampilan yang mumpuni di bidangnya. Tapi kepekaan, ketenangan,keselarasan jiwa dan raga merupakan faktor yang tak dapat dipisahkan begitusaja.
Happy Life Before 40s
Karya pertama yang terpilih untuk dibukukan. Yang kemudian melecut semangat saya untuk menerbitkan buku solo.
Untuk itulah saya mulai mengelola  kehidupan ini dengan lebih hati-hati. Tak hanyamenjaga jasmani dengan asupan dan olah tubuh yang baik, saya pun perlumengelola emosi untuk membentengi diri dari suasana negatif yang dapat merusakmood menulis. 
Selain itu manajemen waktu dan skala prioritasadalah hal yang turut menyumbang banyak pada pekerjaan yang sedang saya rintis.Karena saya paham betul, sebagai perempuan yang telah menikah dan berstatus ibu,prioritas utama saya tetaplah keluarga. Itu sebabnya saya harus mampumengalokasikan waktu secara tepat dan efektif. Agar aktivitas menulis dankonsekuensi menjadi perempuan berumah tangga dapat beriringan dengan apik.
Di samping itu, mengingat usia yang terusbertambah dari tahun ke tahun. Impian memberikan perlindungan bagi kamisekeluarga dengan memiliki investasi terbaik merupakan hal yang tak dapat saya tunda lagi. Impian tersebut dapat saya wujudkan dengan mendaftarkan diri dalamkepesertaan  asuransi jiwa yang berbentuk unit link.
Selain manfaat asuransi yangsudah pasti memberikan perlindungan bagi kami sekeluarga. Saya pun merasa lebihringan karena salah satu beban pikiran sudah teratasi. Dengan begini, saya berharap bisa lebih fokusuntuk mewujudkan impian saya. Dan rencana satu buku sebelum usia 40 tahun, saya yakin bisa mewujudkannya. Atau mungkin 2 bahkan 3? Siapa tahu?

14 thoughts on “Impianku Sebelum 40 Tahun”

  1. Aamiin..Ya Rabbal Alamiin..Semoga buku solo segera kesampaian sebelum 40 tahun ya Mbak Damar..Semoga dimudahkan dan dilancarkan/Saya selalu terinspirasi dengan semangat seseorang untuk menggapai impian. Semangat seperti ini bisa membuat diri sendiri juga terpacu untuk menjadi diri yang lebih baik lagi. Terima kasih sudah menginspirasi..:)

  2. Iiihhh mba hampir mirip cerita kita rupanya. Aku pun sepertinya terlambat mengenali passionku di bidang nulis ini. Daaan buku antologi perdana kita juga samaaaa…

  3. Senang melihat Mbak Damar semakin bersinar, semoga keinginannya tercapai buku solo sebelum 40 tahun. Aku pasti beli buku solonya Mbak Damar, pre order yaaa hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *