LIFESTYLE MOMMIES WORLD TIPS WOMEN CORNER

Tips Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga Freelancer

manajemen-waktu-ibu -rumah-tangga-freelancer

Banyak yang bertanya pada saya mengenai manajemen waktu ibu rumah tangga freelancer. Sebagai ibu rumah tangga yang masih memiliki kesempatan berpenghasilan dari menjalankan hobi menulis, ditambah sesekali masih eksis di media sosial, rasanya saya patut bersyukur karena nyatanya tak banyak yang mendapatkan kesempatan serupa.

Menjalankan dua atau tiga profesi sekaligus memang hal yang lumrah bagi perempuan. Keahlian multitasking yang merupakan bawaan lahir setiap perempuan menjadikannya mampu menjalankan berbagai peran. Baik itu sebagai istri, ibu, freelancer, pekerja kantoran bahkan pebisnis.

Intinya benar bahwa MOM itu Master of Multitasking!

Nah, bekerja sebagai freelancer sendiri sebenarnya bukan hal yang baru buat saya. Jauh sebelum menikah, saya sudah nyambi-nyambi berbagai pekerjaan. Semenjak kuliah kemudian kerja kantoran, semuanya saya sambi dengan pekerjaan lainnya. Entah itu menjadi guru les privat, casual di hotel, berdagang bahkan MLM-an. Tentu saja semuanya memerlukan keterampilan di bidang masing-masing. Namun yang tidak kalah penting adalah kemampuan menyusun manajemen waktu sehingga semua berjalan sesuai porsinya.

Manfaat Manajemen Waktu bagi Ibu Rumah Tangga Freelancer

menyusun-manajemen-waktu-ibu-rumah-tangga-freelancer
Image by StockSnap from Pixabay

Halah, kok ribet banget pakai manajemen waktu segala, yang penting waktunya masak yo masak to. Waktunya nulis ya nulis.

Mungkin sebagian orang berpendapat seperti itu. Buat saya nggak masalah sih, sah-sah aja. Intinya kan kerjaan selesai.Tetapi, nyatanya banyak yang mengeluhkan pembagian waktunya tidak proporsional. Karena keasyikan nulis, sampai lupa anak-anak belum makan. Saking senengnya utak-atik resep makanan, sampai-sampai lupa deadline tinggal hitungan jam.

Ada juga yang ngeluh karena terlalu repot sama urusan rumah tangga ditambah pekerjaan sampingan, jadi nggak punya waktu untuk dirinya sendiri. Hm… nggak mau sampai kayak gitu, kan?

Nah, itulah pentingnya memiliki manajemen waktu. Di antaranya supaya:

  • Pembagian waktu proporsional.

Berapa jam buat pekerjaan rumah tangga, berapa lama untuk ngerjain hobi dan pekerjaan sampingan. Di sela-sela itu, semestinya masih sempat dong, sekedar menyenangkan drii sendiri dengan membaca buku atau nonton drakor?

  • Memiliki target yang terukur.

Sudah berjam-jam di depan laptop, eh nggak ada hasilnya. Kerjaan nggak selesai, ternyata ngobrol sampai ratusan chat. Hayoo, siapa yang suka begini?

Ya, saya pun pernah mengalaminya. Tapi itu dulu sebelum “negeri api” menyerang. Target nggak jelas akhirnya numpuk dan harus bergadang.

  • Lebih produktif dan profesional.

Halah, jadi IRT aja kok ngomongin profesional, kayak wanita karier aja!

Lho, jangan salah, menjadi ibu rumah tangga juga harus profesional karena tanggung jawabnya besar. Kalau cara kerjanya serampangan, hasilnya pun tidak maksimal. Ditambah lagi jangan bermimpi bisa produktif dan memiliki pekerjaan sampingan karena urusan rumah tangga pun sebenarnya sudah luar biasa menyita waktu.

Poin Penting Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga Freelancer

tips-manajemen-waktu-irt-freelancer
Image by Karolina Grabowska from Pixabay

Karena sekarang posisi saya ibu rumah tangga dengan dua anak dan tidak menggunakan jasa ART, tentu kelihatannya keren sekali karena masih bisa ngeblog dan menambah jajan bulanan dari keringat saya sendiri.

Makanya banyak yang ingin tahu  setiap hari saya bangun tidur jam berapa? Kerja berapa jam dalam sehari? Apakah setiap hari begadang? Masak atau enggak? Nyuci sendiri atau dibawa ke laundry? Ya, pokoknya banyaklah, dan pertanyaan-pertanyaan seperti itu sebenarnya nggak cuma sekali dua kali mampir di WA atau DM instagram saya. Akhirnya saya kok kepikiran untuk ditulis saja. Daripada bolak-balik kasih jawaban yang sama, kan mending dikasih link saja bisa nambah-nambah trafik, hehe.

Nah, berikut beberapa poin penting dalam menyusun manajemen waktu sebagai IRT freelancer:

1. Melakukan audit waktu.

Pernahkah kita menghitung, selama bekerja, sebenarnya berapa banyak waktu yang benar-benar digunakan secara efektif? Misalnya, saat bekerja dengan gawai, jangan-jangan dari sekian jam yang kita gunakan, ternyata porsinya lebih banyak untuk bermain sosial media dibanding menulis draft atau melakukan promosi produk?

Atau, jika  menyangkut dengan pekerjaan rumah tangga. Berapa jam waktu yang dibutuhkan untuk memasak, mencuci pakaian, menyapu dan beres-beres rumah?

Coba cari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan tadi, sehingga bisa diketahui total waktu yang bisa dialokasikan untuk pekerjaan rumah tangga, pekerjaan sebagai freelancer, waktu untuk quality time bersama keluarga dan tentu saja waktu untuk diri sendiri.

2. Membuat batasan waktu untuk setiap pekerjaan.

Setelah melakukan audit waktu, biasakan membuat batasan waktu untuk setiap pekerjaan. Misalnya, memasak 30 menit, mencuci 1 jam, membereskan rumah 1 jam, promosi di media sosial 30 menit, menyelesaikan pekerjaan sampingan maksimal 2 jam.

Dengan membuat batasan waktu secara tidak langsung kita telah membiasakan diri dengan deadline. Jangan salah, pekerjaan rumah pun perlu dibuat deadline agar tidak banyak alasan untuk menunda atau berleha-leha.

3. Menyiapkan to-do-list

Dalam postingan saya mengenai manajemen waktu ibu rumah tangga saya pernah menuliskan tentang pentingnya membuat to-do-list yang fleksibel dan terukur.

Mengapa harus fleksibel? Karena dalam pekerjaan rumah tangga seringkali terdapat “kejutan-kejutan” kecil yang tidak terencana. Misalnya, ketika tiba-tiba anak rewel atau sakit. Tentu kita harus memprioritaskannya.

menyusun-manajemen-waktu-ibu-rumah-tangga-freelancer
Image by Jess Bailey from Pixabay

4. Buat perencanaan pada malam sebelumnya

Saya sering merasa kacau sekali saat bangun tidur dan tidak memiliki rencana apapun. Kalau sedang liburan sih tidak masalah. Kalau hari-hari biasa ditambah sedang ada deadline, rasanya selama seharian itu semua berantakan karena tidak menyiapkan sebelumnya.

Oleh sebab itu saya selalu meluangkan waktu entah 15 atau 30 menit untuk merencanakan apa yang akan saya kerjakan pada keesokan harinya. Jika hari itu ada deadline pekerjaan sampingan yang tidak bisa ditunda, maka beberapa pekerjaan rumah akan saya alihkan pada hari berikutnya. Begitu pun sebailknya.

Utak-atik pekerjaan ini hanya berlaku untuk pekerjaan sampingan dan pekerjaan rumah tangga, karena urusan momong anak sama sekali tidak bisa ditunda atau didelegasikan. Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan penting mengapa perlu tips khusus untuk menyusun manajemen waktu bagi ibu rumah tangga freelancer.

5. Fokus!

Meskipun memiliki keahlian multitasking namun ada kalanya kita harus meninggalkan kebiasaan tersebut. Khususnya jika menyangkut pekerjaan yang memang membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi, misalnya menulis, mendesain atau mengolah data.

Ada kalanya kita butuh membuat block pada pikiran kita sehingga tidak bercabang. Saat mengerjakan suatu hal yang butuh cepat, maka usahakan jangan pikirkan pekerjaan yang lain. Lebih-lebih membuka sosial media. Duh, jangan ya!

6. Bekerja pada jam terbaik

Jam terbaik bagi setiap orang bisa jadi berbeda. Bagi saya pribadi, pagi hari di saat seluruh anggota keluarga masih terlelap merupakan waktu terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan sampingan. Saya bisa fokus dan bekerja dengan cepat pada jam-jam tersebut. Baru kemudian selepas subuh saya mulai mengerjakan pekerjaan utama yaitu urusan domestik rumah tangga.

Teman-teman juga pasti memiliki jam terbaik, dong. Coba manfaatkan sebaik-baiknya dan lihat hasilnya.

7. Jangan memaksa saat sudah lelah

Saya pernah memaksakan diri lembur hingga lewat tengah malam. Hasilnya apa? Nihil, karena tubuh dan otak saya sudah lelah. Kemudian saya coba mengubah ritme bekerja saya. Di mana ketika tubuh sudah lelah saya langsung beristirahat, kemudian bangun kembali untuk melanjutkan pekerjaan.

Ternyata cara kedua jauh lebih efektif buat saya karena kondisi tubuh dan otak yang segar sangat memengaruhi produktivitas kerja.

Teman-teman juga bisa melakukannya. Coba ambil jeda ketika tubuh dan otak sudah tidak bisa bekerja sama. Sekedar stretching ringan atau tidur mungkin bisa mengembalikan energi dan konsentrasi kalian.

Well, kesimpulannya apapun jenis pekerjaan yang kita lakukan pada dasarnya memerlukan pengaturan waktu agar lebih tertata. Terlebih jika memiliki lebih dari satu pekerjaan seperti ibu rumah tangga yang masih nyambi bisnis atau kerjaan sampingan lainnya. Penting banget untuk menyusun manajemen waktu bagi ibu rumah tangga freelancer agar lebih profesional.

 

 

 

22 thoughts on “Tips Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga Freelancer”

  1. Bisa ditiru nih sama Mombloger atau Momfluencer pemula. Pengalamannya bisa diaplikasikan. Karena tidak mudah Kan mengatur waktu. Mengurus rumah tangga tidak mudah, kalau tidak diatur mana bisa berkarya di bidang lain

  2. Berjam-jam di depan laptop tapi tidak ada hasilnya, malah chat. Saya banget! Hiks. Memang kalau udah komitmen di depan laptop, harus matikan dulu notifikasi chat.

  3. Saya belum pernah sedetil ini bikin manajemen waktu. Malah kadang-kadang masih ada berantakannya. Tetapi, saya juga setuju banget sama postingan ini. Kalau gak ada manajemen waktu malah jadinya gak ada yang selesai dikerjakan

  4. Setuju Mbak. Managemen waktu paling penting, bikin proritas mana yang perlu dikerjakan dulu. Kalau aku banyak dibantu Suami juga karena sama-sama kerja di rumah. Jadi bisa tek tokkan soal momong dan kerjaan rumah tangga.

    Anyway, makasih sharinya ya 🙂

  5. Hmm… harus gitu ya mbak? Supaya nggak hanya buang waktu di depan laptop dan nggak dapat apa-apa. Hihi kadang saya tuh, niatnya nulis sesuatu… eh ujungnya malah ngobrol sesuatu di hp, dan laptop malah dianggurin untuk sekian waktu.

    Bismillah … coba mau perbaiki managemen waktu saya deh.

  6. Saya belum bisa menemukan jam terbaik nih bun. Masih kacau dan curi2 waktu. Jadi masih kurang bisa fokus. Sepertinya harus segera dicari solusinya ya.

  7. Dari dulu udah niat mau bikin manajemen waktu biar kerjaan rumah dan nulis bisa berjalan seiring sejalan. Namun, dasar saya, sering banget justru tidak mematuhi aturan yang dibuat sendiri. Ojo ditiru ya…

  8. nah bener nih jangan memaksa jika sudah lelah, kebanyakan karena DL sebentar lagi jadi dipaksa. yang bener mah dicicil ya mba biar pas DL enggak kelimpungan, hihi. makasih mba tipsnya. membantu banget buat saya juga nih biar kerjaan rumah jalan, kerjaan freelancer juga tetap jalan.

  9. Saya msh kesulitan mengatur waktu mba, kdg faktor suka molor yg bikin beranyakan. Baca artikel ini jd tahu bgmn memanage waktu
    Thx ya mba…

  10. Tips yang kurang lebih sama….meski dirimu pasti lebih ekstra karena anak-anak yang masih butuh banget ibunya.
    Poin terakhir aku banget..jangan memaksa saat sudah lelah..sering maksa begadang buat nyelesaiin kerjaan..eh hasilnya malah ambyar. Lupa umur, besoknya malah masuk angin, badan pegel dan lainnya. Hiks. Sekarang mending santai terukur. Kalau capek, ya rehat, tidur…

  11. Kalau kita sibuk dengan rutinitas atau kerjaan yang bikin kita anteng, waktu yang lamanya 24 jam itu terasa kurang, makanya perlu banget nih manajemen waktu kaya gini

  12. Kalau saya, paling mudah pake Pomodoro untuk eksekusi to-do list yang sudah ku tulis di bullet journal.

  13. Manajemen waktu tuh emang jangan disepelehin deh. Aku termasuk salah satu dari sekian banyak yang merasakan dampaknya. Oiya catetan penting juga tuh kalo kita perlu istrahat disaat sudah merasa lelah, jadi setuju dgn mba Dama, jangan dipaksa saat tubuh kita capek. Makasih yah mba utk tips nya 😉

  14. Jam terbaik saya itu habis salat subuh. Oh yah saya juga bisa menulis, kerjakan kerjaan domestik lainnya pada malam hari, tapi itu dia kadang lelahnya minta ampun, makanya sekarang sedapat mungkin saya gunakan waktu habis salat subuh itu semaksimal mungkin.
    Manajemen waktu yang dituliskan mbak Damar pas banget buat dicoba oleh para MOM nih

  15. Saya juga klo kerja itu netapin deadline sendiri. Meskipun belum nikah dan gak terlalu diribetin sama hal2 rumah tangga kayak masak atau urus anak.

    Biasanya saya terapin ngerjain artikel A berapa jam, ngerjain artikel b berapa jam. Karena saya kerja di agensi di mana dalam satu hari bisa kerjain beberapa klien.

  16. Buat To Do list, Fokus, pembatasan jam kerja dan porsi kerja ini saya setuju banget Mba! Jangan mentang-mentang freelancer semua kerjaan harus selesai seharian sementara anak dan rumah gak diperhatiin 🙂
    Penting banget Ini Mba!
    Makasih tips nya ya Mba 🙂

  17. Wah. Mba Damar keren sekali. Super mom. Baca ini, juga bisa diterapkan buat yang lain. Bukan hanya buat mom. Para pekerja yg jadi blogger atau konten kreatif juga sangat bisa menjalankan tips ini.

  18. Dari kesemua tips nomor satu audit watu yang belum pernah kulakukan. Tapi bener banget Mbak, Niar lebih kelihatan jelas durasi waktunya ya. Jangan jangan membuat terperangah ketika dilakukan XD

  19. Noted Mba. Aku pun termasuk yang sudah terbiasa multitasking semenjak SMA, waktu itu mulai belajar kerja part time kalau weekend. Makin lama makin terbiasa, tapi memang penting banget membuat perencanaan waktu dan to do list, terutama untuk Freelancer supaya tidak kebablasan waktu dan lupa Istirahat.

  20. Cakep nih, aku yang jarang dilakukan audit waktu, kalau yang lainnya, samaan nih mba. Sebagai freelancer harus bisa mengatur waktu dengan baik, apalagi sambil ngurus anak ya mba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *