Uncategorized

5 Manfaat Traveling untuk Anak-anak

Traveling dengan anak-anak
Traveling atau jalan-jalan, salahsatu aktivitas yang kini mulai susah dipisahkan dari gaya hidup urban. Sumpeksedikit, katanya karena kurang jalan-jalan atau piknik. Sehingga rencana traveling secara berkala hampir pasti masuk keagenda masing-masing individu atau keluarga.
Destinasi traveling pun bisa jadiberagam. Mulai dari perjalanan jauh ke luar kota, luar pulau bahkan luarnegeri. Atau jalan-jalan dalam jarak dekat dalam rangka meng-explore obyek wisatadi daerah masing-masing. 
Begitu pun halnya dengan tujuan traveling yang sudahpasti berbeda juga.  Mulai silaturahimdengan sahabat atau keluarga besar, sekedar melepas penat, mencari tantanganbaru atau dalam rangka edutrip bersama anak-anak.
Saya dan keluarga termasuk yang suka beralasan, sumpek karena kurang piknik, hehehe. Untuk itu kami berusahauntuk selalu menyisihkan budget traveling bersama anak-anak.  Selain pulang kampung di hari raya, kamimengupayakan pulang kampung kedua ketika libur akhir tahun tiba. Atau jika adakesempatan, maka berkunjung ke rumah saudara atau teman di luar kota bisa jadipilihan.
Traveling dengan ank-anak
Taman Suropati, salah satu destinasi jalan-jalan gratis di Jakarta.
Selain itu, edutrip di berbagaiobyek wisata di Jakarta yang tak terhitung jumlahnya menjadi agenda bulananyang sedang  kami rutinkan. Ya, tentu saja memang harus direncanakandengan seksama. Karena selain faktor waktu, sudah pasti ketersediaan danamenjadi penentunya.
Saya bersyukur tinggal di Jakartayang memang dirancang dengan berbagai fasilitas dan obyek wisata untukmeng-entertain warganya. Begitu pun halnya dengan alat transportasi publik yangsangat banyak jumlahnya, lebih-lebih sangat terjangkau dari segi biaya. 
Saya kembali bersyukur karenatinggal di daerah yang mudah mengakses aneka alat tranportasi public yangmenjadi andalan Jakarta. Sebut saja mau ke Monas, maka commuter line siapmengantarkan kami sampai tempat tujuan dengan biaya 3 ribu perak dari stasiundekat rumah hingga stasiun Juanda. Atau katakanlah ingin ke Bogor biar bisadibilang jalan-jalan ke ke luar kota, padahal cuma tetangga. Maka lagi-lagi tak sampai 10 ribu kami sudah bisamenjejakkan kaki di Kota Hujan ini.
Ya, warga ibukota memang sangatterbantu dengan adanya commuter line dan Trans Jakarta. Dengan tarif yang sangatterjangkau, maka kami bisa dengan mudah bepergian ke sutau tempat. Begitu punhalnya dengan aneka obyek wisata yang tersedia. Mulai yang kelas atas ataubertarif mahal, hingga yang gratisan, semuanya ada. 
Fasilitas kota yang seperti inisayang jika dilewatkan begitu saja. Karena itulah kami rajin menyusun destinasitraveling atau jalan-jalan di akhir pekan atau saat liburan. Biasanya, kami punmemilih tempat-tempat yang ramah anak, dan memungkinkan untuk dijadikan modeljalan-jalan bertema family edutrip. Sehingga anak-anak tidak hanya me-refreshsuasana, tapi juga menambah pengetahuan sebagai oleh-olehnya.
Traveling dengan anak-anak
Menyaksikan pertunjukan Air Force Show di Halim P.K. Jalan-jalan murah namun banyak manfaat.
Jalan-jalan ke luar negeri masihmenjadi salah satu wishlist keluarga kami. Bukan sekedar untuk gengsi, tapikami yakin bahwa pengalaman bersinggungan langsung dengan orang asing akanmemudahkan anak-anak melihat budaya dan tradisi dari penduduk suatu bangsa. Selain itu, kami berharap jika suatu saat dapat menjejakkan kaki ke belahan benua lain. Anak-anak akan mendapatlan berikan perspektif baru tentang model kehidupan,bagaimana orang asing bertahan, dan menunjukkan alternatif profesi di dunia.
Dewasa ini, jalan-jalan sudahtidak lagi melihat usia. Sering saya menemui bayi-bayi berusia mingguan sudahmejeng cantik bersama orang tuanya. Beberapa orang mungkin menganggap halseperti ini masih tidak biasa. Tapi kenyataannya banyak orang tua yang berhasilmelakukannya, dan baik-baik saja. 
Memang, hal seperti ini  tidak bisa dilakukandengan sembarangan. Butuh kesiapan ekstra, terlebih bagi orang tua. Sehinggatak perlu memaksakan diri atau ikut-ikutan hanya karena alasan biar kekinian.
Kabar gembiranya, travelingmemberikan banyak manfaat bagi anak-anak. Eh, bukan hanya anak-anak, tapi buatbayi juga. Nah,  beberapa di antaranyaada di bawah ini.
1. Traveling membantu anak-anakmenjadi lebih mudah  beradaptasi danfleksibel.
Traveling dengan anak-anak
Parent Magazine
Mengajak anak-anak mengunjungiberbagai tempat baru membuat mereka melihat banyak hal ‘normal’ baru. Ya,sesuatu yang seharusnya dianggap ‘normal’ tapi terasa baru bagi mereka. Menghadapihal semacam ini, anak akan terlatih untuk lebih mudah beradaptasi dengansuasana dan situasi di lingkungan baru. Begitu pun halnya lebih fleksibeldengan budaya dan tradisi di tempat tujuan.
Kemampuan untuk beradapatasi danfleksibel dengan situasi yang harus dihadapi membuat anak lebih mudah masuk kelingkungan mana saja. Hal ini juga membuat mereka lebih cepat nyaman dan enggakrewel di tempat baru
2. Traveling memberikanpengalaman nyata, bahwa memiliki kemampuan menggunakan berbagai bahasa adalah halyang menyenangkan.
Sungguh beruntung bagi orang tuayang dapat memberikan pengalaman traveling ke luar negeri bagi anak-anaknya.Karena secara tidak langsung memberikan kesempatan bagi anak untukbersinggungan dengan bahasa lokal masyarakatnya. 
Tapi, pengalaman ini tak terbataspada pengenalan bahasa internasional saja, ya. Karena Indonesia memilikiberagam bahasa daerah yang masing-masing memiliki keunikan. Dan tak salah jikamemaparkan anak pada bahasa-bahasa tersebut.
Suatu kali saat kami bepergian keBandung, Si Najwa excited sekali dengan orang-orang yang menggunakan BahasaSunda. Menurutnya hal semacam itu sangat unik, karena ketika pulang ke JawaTimur bahasa yang digunakan akan berbeda lagi. Begitu pun halnya ketikabepergian ke daerah di Jakarta yang mayoritas penduduknya asli Betawi, Makasesuatu yang ‘baru’ akan terdengar lagi di telinga mereka.
Traveling dengan anak-anak
Traveling to India
3. Traveling mengajarkan padamereka, bahwa perbedaan adalah hal yang biasa.
Mengunjungi tempat-tempat baru,baik di dalam atau luar kota. Apalagi jika ke luar pulau atau keluar negeri.Anak akan menemui banyak perbedaan yang menarik perhatiannya. Tak hanya darisegi bahasa, makanan, budaya, tradisi hingga kondisi sosial ekonomi masyarakatserta lingkungan yang didatangi pasti berbeda.

Pengalaman ini sangat tepat untukmenanamkan pada diri anak, bahwa perbedaan adalah suatu hal yang lumrah. Tidakuntuk diperdebatkan, tidak untuk dibeda-bedakan, karena kita sama sebagaimakhluk ciptaan Tuhan.

 Perbedaan harus disikapi sebagai suatukeindahan. Sekaligus untuk menanamkan pada anak bahwa kuasa Tuhan sungguh takterkira besarnya, sehingga mampu menciptakan makhluk dengan segala keunikannya.
4. Traveling mengajarkan anakuntuk berani mencoba
Traveling dengan anak
Smart Travel
Memaparkan anak pada tempat baru,mau tak mau membuat anak harus menemui banyak hal baru. Misalnya, jika Teman-temanmengajaknya ke pedesaan, maka anak akan melihat kehidupan petani lengkap dengansawah dan mungkin bajaknya. 
Pemandangan seperti ini bukan takmungkin memicu rasa ingin tahu anak untuk mencoba apa yang dilihatnya. Ikutturun ke sawah, memetik sayur dan bermain lumpur akan sangat menyenangkan.Sekaligus memberikan pengalaman nyata tentang profesi petani yang selama inihanya didengar melalui cerita.
5. Traveling dapat memantik rasaingin tahu tentang  letak dan kondisigeografis suatu wilayah.
Traveling dengan anak
Kira-kira, apa reaksi anak-anakjika orang tua mengajaknya ke suatu tempat? Ya, pasti mereka bertanya di manaletaknya? Daerahnya seperti apa? Jauh nggak? Naik apa ke sananya? Dan lainsebagainya. 
Sudah beberapa kali kami mengalamiini dengan si kecil di rumah. Setiap kami mengajak mereka ke suatu tempat,selalu saja aneka pertanyaan itu muncul dari mulutnya, terutama Najwa yangsudah lebih besar.
Kami pun mau tak mau mencariinformasi terlebih dahulu tentang tempat yang ingin dikunjungi. Dan ide suamiuntuk membeli atlas Indonesia saya kira sangat brilian. Sangat tepat untuksekaligus menjelaskan wilayah Indonesia.
Kami pun tak segan menunjukkan dimana letaknya, bagaimana cuaca tempat yang akan dituju, kendaraan yang akanditumpangi, makanan dan bahasa yang biasa digunakan. Ya, itung-itung geografi lagi, ya. Hehehe.
Meskipun melakukan perjalanandengan anak-anak selalu menyenangkan dan tentu saja panen manfaat. Tapi kitatidak dapat mengingkari betapa merepotkan aktivitas seperti ini.  Selain butuh persiapan yang mendetil untukmemastikan keamaanan dan kenyamanannya, dari segi budget pun tak bisa dibuat terlalu seadanya.
Traveling dwngan anak
The Odyseyoline
Untuk sementara, tinggalkan dulumindset sempurna ala orang tua. Karena dunia anak-anak selalu penuh kejutanyang tak bisa disangka-sangka. Nikmati dan berdamai dengan seluruh prosesnya. Kekacauan kecil di tengah acarabisa jadi pelajaran sekaligus kenangan yang melekat. Hingga suatu saat baikorang tua maupun anak hanya akan tertawa saat mengingatnya.
Menumbuhkan calon traveler barumemang bukan perkara mudah. Harus diakui, sangat menarik, menantang sekaligusmelelahkan. Tapi percayalah, tak akan ada penyesalan ketika kelak mereka mampumemetik hikmah dari setiap perjalanan.

Kalau menurut pengalaman Teman-teman,apa sih manfaat traveling buat anak-anak? Share, yuk!

Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan One Day One Post Oktober 2017 Blogger Muslimah Indonesia.
#ODOPOKT6

7 thoughts on “5 Manfaat Traveling untuk Anak-anak”

  1. Traveling menjadi bahan bercerita dengan teman atau saat pelajaran. Untuk anak yang lebih besar akan ada tugas membuat karangan tentang liburan. Jadi dari traveling anak punya bahan untuk dituliskan. Juga, waktu ngobrol sama teman, mereka nyambung..:DBtw, ulasan menarik Mbak…

  2. Hmm … traveling juga bisa makin merekatkan hubungan antara anak dan orangtua. Anak bisa belajar juga dari orangtuanya bagaimana orangtuanya bereaksi terhadap hal-hal baru di sekeliling mereka selama traveling. Menurut Mbak Damar, bagaimana? ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *