Uncategorized

Mengenalkan Ibadah Ramadan Sesuai Usia Anak

Mengenalkan Ramadan sesuia usia anak
www.damaraisyah.com

Menurut teman-teman berapa usiaideal bagi seorang anak untuk dilatih berpuasa? Jawabannya pasti sangatbervariasi mengingat setiap keluarga memiliki cara dan pertimbangan tersendiridalam pengasuhan anak-anaknya. Di keluarga saya, Najwa baru belajar berpuasapada Ramadan tahun lalu, tepatnya saat usianya genap 6 tahun. Puasa yangdijalankan pun sifatnya masih latihan, sehingga belum penuh selama seharibahkan tidak sampai 30 hari.

Lain halnya dengan keluarga kakaksaya. Kedua keponakan saya sudah menjalankan puasa penuh selama satuhari saat seusia Najwa. Keduanya memang cenderung kuat menahan lapar, sehinggatidak terlalu rewel selama puasa. Hanya saja kakak saya melonggarkan waktumakan sahurnya hingga menjelang matahari terbit atau kurang lebih setengah enampagi. Ya, kan namanya juga latihan, jadi sifatnya tidak terlalu kaku.
Masalah mengenalkan puasa atau ibadah lain selama Ramadan bisa jadi beragam caranya. Namun ada baiknya kita mengenalkan pada anak secarabertahap sesuai rentang usianya.
Hal serupa telah saya lakukanpada DuoNaj. Baik Najwa maupun Najib mulai saya kenalkan dengan ibadah selama Ramadansemenjak keduanya berusia 2 tahun. Bahkan eduanya sudah ikut salat tarawih di masjid saat usianya hampir 3 tahun.

Mengenalkan Ibadah Ramadan Sesuai Usia Anak

Usia 2-3 tahun
Pada saat usia anak mencapai 2hingga 3 tahun, mengajak anak mengenal Ramadan melalui buku bacaan merupakansalah satu cara yang menyenangkan. Pada usia ini biasanya anak-anak sudahmenunjukkan antusiasme terhadap dongeng dan buku cerita karena pemahaman dankemampuan komunikasinya pun telah berkembang. 
Teman-teman bisa memilih bukucerita Ramadan yang sederhana tapi tetap menonjol dari segi warna dan gambar.Cara ini juga dapat digunakan untuk menstimulus otak dan perkembangan bahasaanak, sekaligus menanamkan pada memori otaknya mengenai aktivitas ramadan seperti puasa atau zakat.
Di samping itu, anak bisadilibatkan dalam tradisi berbuka puasa sesuai kebiasaan keluarga masing-masing.Dengan begitu secara tidak langsung anak akan mendengar doa berbuka puasa,mengetahui jenis makanan yang biasa disajikan saat berbuka, dan melihatlangsung salah satu kenikmatan orang yang berpuasa.
Jika memungkinkan teman-temanbisa mengajak si kecil ke masjid untuk menunaikan ibadah salat Tarawih. Sekalilagi sifatnya tidak memaksa karena anak usia 2-3 tahun biasanya mulai mengantukselepas waktu salat isya tiba.
Menurut pengalaman saya, padausia 2-3 tahun baik Najwa maupun Najib hanya bertahan sampai selesai jamaah salatisya. Setelah itu saya langsung membawanya pulang untuk menghindari si kecilmenjadi rewel karena kantuk yang tidak tertahan.
Ritme setiap anak bisa jadiberbeda, maka tidak perlu dipaksakan bahkan saat si kecil belum mau diajak kemasjid.

Mengenalkan Ramadan sesuia usia anak
Saat usia 2 tahun, Najwa memilih Tarawih di rumah.
Usia 4-5 Tahun
Pada usia 4-5 tahun sebagian anakmemiliki lebih banyak aktivitas dikarenakan sudah belajar di PAUD atau pendidikanprasekolah lainnya. Biasanya, di tempat mereka belajar anak-anak akanmendapatkan pengenalan mengenai aktivitas Ramadan dari pengajarnya sehinggaorangtua lebih terbantu namun tetap harus melakukan pendampingan.
Sebagian anak bahkan mulaibelajar puasa setengah hari pada usia ini. Pagi hari mereka sarapan sepertibiasa namun kemudian menahan makan dan minum hingga waktu zuhur tiba. Setelahitu, mereka akan berpuasa kembali hingga azan magrib berkumandang.
Flashback sedikit cerita Najwa saat berusia 4 tahun. Saat itu ia mulai belajarbangun saat tiba waktu makan sahur meskipun tidak serta merta ikut makan. Iajuga belajar untuk menahan lapar selama di sekolah dengan cara tidak membawabekal. Baru sesampainya di rumah ia makan dan minum seperti biasa.
Sore harinya, Najwa biasa mengikuti acara buka bersama di masjid bersama teman-teman se-usianya. Jika kebetulan tradisi semacam ini ada lingkungan tempat teman-teman tinggal, maka tidak ada salahnya mengajak di kecil untuk turut serta. Anak-anak sangat senang ketika diajak berdoa bersama kemudian berbagi makanan. Selain merasakan pengalaman berbeda saat berbuka puasa, mereka pun akan belajar tentang berbagi dan lebih termotivasi untuk belajar berpuasa.

Mengenalkan Ramadan sesuia usia anak
Pixabay.com
Usia 6-7 Tahun
Sebagian besar anak telah dudukdi bangku sekolah dasar pada usia ini. Bisa dibilang fisiknya pun lebih kuatsehingga pengenalan tentang puasa sebagai salah satu ibadah utama selama Ramadan bisa langsung diaplikasikan.
Usahakan anak-anak bangun dan ikut makan bersama saat waktu sahur tiba. Jika anak-anak sudahkuat, tentu saja orangtua harus mendukung si kecil yang ingin berpuasa seharian. Tapi jika mereka belum kuat, maka biarkan mereka belajarpuasa setengah hari seperti pada tahun sebelumnya, kemudian dilanjut lagi hingga magrib tiba.
Untuk menambah semangat berpuasa,ajak anak-anak menyiapkan makanan untuk berbuka di rumah. Atau jika merekasudah terbiasa ikut berbuka di masjid bersama teman-temannya, maka bawakanmereka makanan yang bisa dimakan bersama-sama.Pada usia 6 hingga 7 tahun kondisi fisik anak juga semakin siap untuk diajak salat tarawih hingga 8 rakaat. Biasakan juga untuk mengajak mereka membaca Al Quran saat sore sebelum waktu berbuka. Beberapa keluarga muslim memberikan reward Ramadan untuk memantik semangat si kecil, hal ini pernah saya bahas  di postingan berikut ini.Orangtua juga bisa melibatkan anak pada saat membayar zakat atau membagikan sedekah. Cara seperti ini bisa kita gunakan untuk mengasah empati dan kepeduliannya kepada sesama.
Mengenalkan Ramadan sesuia usia anak
Usia 2 tahun Najwa ikut acara Pawai Ramadan di masjid dekat rumah.
Usia 8 tahun
Nah, berbekal pengenalan danpembiasaan puasa yang dilakukan secara bertahap, pada usia 8 tahun ini anaksudah semakin siap untuk melakukan ibadah Ramadan. Ini adalah saat yang tepat untuk mengajakmereka mengamalkan rangkaian ibadah selama Ramadan, menjadikannya kebiasaan dan momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya.
Mengenalkan rangkaian ibadah Ramadan khususnya puasa memang tidak bisa dilakukan dengan sekejap. Selain faktor kesiapanfisik perlu diperhatikan cara-cara yang bersifat memotivasi dan tidak cenderung memaksa, sehingga nilai-nilai yang ingin orangtua tanamkan bisa tercapai.Tak perlu malu atau merasa bersalah jika anak-anak belum mampu menjalankan ibadah ini dengan sempurna. Terus dampingi danberproses dengan anak serta pahami bahwa belajar beragama memang terus menerus dan tidak ada berhentinya.
Selamat menyambut Ramadan bersamakeluarga.

13 thoughts on “Mengenalkan Ibadah Ramadan Sesuai Usia Anak”

  1. Anakku usia 4 tahun, bilangnya sih mau ikut puasa, malah mamahnya yang cengin, ciyeee keenakan gak makan, hahaha… secara dia lebih suka cemilan ketimbang nasi.

  2. Anak saya sampai umur 7 tahun belum kuat puasa sehari, kedua anak saya ini memang gak kuat menahan lapar karena dari kecil memang gak bisa makan banyak. Makannya harus sdikit dikit tapi terus. Wa hasil ketika disuruh puasa ya rewel. Akhirnya saya juga membolehkan puasa setengah hari.jadi dluhur buka terus dilanjut puasa lagi

  3. Hai mbak aku baru ngajarin io puasa sebatas pemahaman dulu waktu dia 3 tahun. Skrg dari sekolahnya dikasih tau lebih jadi emg betul terbantu ngajarin tentang puasa ramadhan ini

  4. Anak-anak saya juga belajar berpuasa saat TK. 3 hari pertama mereka bertahap, buka saat dzuhur, lanjut saat Ashar dan kemudian baru maghrib. Alhamdulillah, latihan seminggu, minggu berikutnya mereka sudah full. Banyak diberi kegiatan agar perhatian mereka teralihkan

  5. ALhamdulillah… anak saya yang sulung sekarang SD dan sudahpuasa tapi masih setengah hari, Sebenarnya dia mau kalau dipaksa, tapi aku nggak tega. hiks, makasih lho sharingnya mbak, bermanfaat sekali nih

  6. Pinternya, usia 2 taun Najwa udah tarawih dirumah. Wah sy malah belum banyak ngenalin tentang Ramadhan nih. Bener ya, bacain buku ttg Ramadhan, jadi bisa kenalan sm istilah zakat, puasa, tarawih, buka dan saur. Makasih mba tipsnya komplit. Aku simpen aaah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *