Uncategorized

Merencanakan Liburan Akhir Tahun Bersama Anak

Libur tlah tiba, libur tlah tiba. Hore … Hore … Hore!!
 
Setelah anak-anak selesai UAS, eh apa itu istilah barunya? Whateverlah, Saya kudet banget ternyata, intinya tes akhir semester itu, lho. Yang bikin status simbok lagi pada deg-degan, tapi anaknya sante kayak di pante. Ya, itu, maksud saya. Nah, kira-kira apa nih, yang lagi direncanakan teman-teman? Kalau saya, liburan, donk! Duh, wajib banget itu buat saya,sepaket sama trio kwek-kwek. Habis, mau gimana lagi? Meskipun anak masih TK jugatetep aja ada tesnya, sebenarnya tes ringan saja sih. Karena memang sifatnyahanya mengetahui pemahaman anak saja. Tapi, ya, tetep. Namanya simbok tetepada perasaan dag dig dug, walaupun sudah diusahain untuk tenang. Lha anaknya ajacuek, knapa juga sayanya yang mules. Hehehe..
Balik lagi soal liburan. Akhir tahun ini liburannya lumayanpanjang ya,  sekitar 3 minggu penuh. So, kami putuskan pulang kampung lagi keMagetan,  sekalian singgah di Jogja,tempat tinggal kakak.  Rencana liburanini sebenarnya sudah kami putuskan sejak jauh hari. Begitu mudik lebaran kena macet,trus cuma stay 3 hari di kampung, kami langsung memutuskan acara akhir tahun berliburlagi ke Magetan. 
Selain berkumpul dengan keluarga besar, seperti biasaliburan ke kampung selalu kami agendakan untuk memberikan pengalaman yangberbeda kepada anak-anak. Suasana kampung dengan sawah, sungai dan ternaknya,hampir mustahil untuk anak-anak dapatkan di Jakarta. Belum lagi, halaman rumahyang luas untuk main bola atau bersepeda, dan panen mangga di kebunbelakang.  Kemewahan seperti itu memanghanya bisa kami dapatkan saat pulang ke rumah orangtua. Kebetulan saya dansuami ‘peknggowe’ (dipek tonggo dewe atau diambil tetangga sendiri), jadipulangnya hanya ke satu kota saja.
Oh ya, liburan kali ini, saya hanya pergi bersama DuoNaj(Najwa dan Najib). Karena kebetulan pekerjaan di kantor suami sedang padat,jadilah trio kwek-kwek ini pergi bertiga saja. Seperti biasa, mbolang bersamatrio kwek-kwek selalu lebih nyaman menggunakan kereta. Selain bebas macet,perjalanan bersama dua balita lebih aman jika dilakukan malam. Aman dari rewelmaksud saya. Ya, karena keduanya pasti bobok nyenyak sampai tempat tujuan.Kalaupun kebangun sebentar, paling Cuma minta minum atau ingin ke toilet saja. Selebihnya, mereka bakalan molor sampai stasiun Madiun.
Tiket kereta pulang-pergi sudah saya pesan sejak bulanSeptember yang lalu. Hahaha.. niat banget saya cari kereta ekonomi AC. Yaiyalah, secara tarifnya ekonomis, tapi fasilitas dan lama perjalanannya nggak jauhbeda. Paling-paling, bangku aja agak keras dikit. Itu pun bisa disiasati denganmemesan bantal kepada petugas di kereta. Karena berencana singgah di rumah kakak, di Jogja. Makasaya memesan tiket pulang dari Stasiun Jogja. Yang ini dapat tiketnya nggakbisa se-ekonomis berangkatnya. Jadi anggap saja impas. Wkwkwkw..  Irit? Yang bener gagal irit maksimal.
Nah, ngomongin soal liburan bersama anak, pasti teman-temanbisa nebak-lah, barang bawaan saya bakalan kayak orang pindahan. Hihihihi… tapiitu dulu ya, sekarang sudah lumayan berkurang. Karena Najib sudah 2 tahunlewat, logistiknya pun sudah lumayan bersahabat. Gantinya buku bacaan Najwasama mainan yang bakalan bikin penuh isi tas.
Terinspirasi dari (freebies) Checklist Daftar Perlengkapan Bayi Saat Liburan yang dibagikan gratis oleh empunya, Mbak Grace Melia, di blognya Diari MamiUbii. Saya mulai membuat checklist serupa, hanya saja lebih sederhana.Perhitungan saya karena kami mbolang tanpa ayahnya, jadi sebisa mungkin barangbawaan hanya tas baju untuk bertiga ditambah tas untuk makanan dan mainan. jenis tasnya pun saya masih menimbang-nimbang, antara mau pakai koper sedang atau backpack besar. Sedangkan untuk makanan bisa jadi tas ransel kecil atau tas jinjing.
Untuk barang bawaannya, kurang lebih seperti di bawah ini. Saya bagi dalam dua tas yang akan saya bawa.
Isi backpack besar/ koper sedang
  1. Baju tidur DuoNaj @ 2 stel 
  2. Daster
  3. Baju ganti DuoNaj@ 3 stel 
  4. Baju ganti saya 2 stel 
  5. Baju keluar saya dan DuoNaj @ 2 stel 
  6. Sandal jepit saya dan DuoNaj masing-masing sepasang 
  7. Jaket masing-masing 
  8. Pakaian dalam @ 6 stel
  9. Handuk kecil 3 
  10. Kaos kaki ganti masing-masing sepasang 
  11. Peralatan mandi ( sabun dan shampoo kami sama, hanyapasta gigi yang berbeda, ditambah facial wash saya) 
  12. Bedak tabur anak dan minyak telon. 
  13. Kosmetik standart (bedak, lipstick, toner, handbody, roll-on dan pelembab) 
  14. Selimut kecil untuk di kereta
  15. Alat ibadah 
Isi backpack kecil/ tas jinjing
  1. Bekal makanan dan minuman selama perjalanan 
  2. Buku bacaan dan mainan 
  3. Obat-obatan (parasetamol, trombopop, obta masuk angin) 
  4. Hp, charger, dompet.
Biasanya, anak-anak membawa bantal leher, tapi tidak sayamasukkan ke dalam tas. Jaket jugalangsung dipakai, sehingga mengurangi isi tas. 
Selain membuat checklist barang bawaan, saya juga telahmerencanakan apa saja yang akan kami lakukan selama di Magetan dan Jogja. Untukyang seperti ini, tentu saja saya tidak merencanakan sendiri. Karena tujuannyamau seseruan sama keponakan, jadi saya, kakak dan adik merencanakan bersama. 
Selainmenjenguk keponakan baru, putra dari sepupu saya, kami akan bersilaturahim kerumah beberapa teman. Tak lupa ke Telaga Sarangan, karena Najwa udah nagih terus, pengen pergi ke sana. Sebelum balik ke  Jakarta, kami juga akan menyempatkan berkunjung ke tempat kerja saya dulu. Kapan-kapan akan saya ceritakan tentang tempat kerja saya yang selalu bikin rindu itu, eaaaa… 
 
Telaga Sarangan, Magetan
Selanjutnya, sehari sebelum libur natal, kami akan ke Jogja dan singgah di rumah kakak. Di sana kami rencanakan main ke Malioboro dan pantai, meskipun belum deal pantai yang mana. Minggu paginya maujogging sekaligus belanja di Sanmor (Sunday Morning atau pasar dadakan di bundaran UGM), trus ke UNY. Dua tempat ini penting buat napak tilas simbok sama tantenya anak-anak, sekaligus mau kasih perspektif buat keponakan yang udah pada SD, SMP dan SMA, kampus itu kayak apa? Gitu-gitu, deh. Biar mereka semangat belajarnya. Nah, malemnya kami mau camping di halaman rumah kakak sekaligusmau bikin barbeque party ala-ala, hehehe… Pokoknya agenda full padat merayap.
View Merapi dari komplek perumahan Kakak
Rumah kakak saya terletak di Jalan Kaliurang km 14, deket banget sama UII kampus atas. Karena perumahannya masih jarang-jarang, jadi di sekitarnya masih banyak kebun buah dan sawah. Kalau pagi, Gunung Merapi juga terlihat jelas. Najwa paling suka ke rumah Budhenya, salah satunya ya karena bisa lihat Merapi dan main di sawah. Maklumlah, di Jakarta tiap hari lihat tembok aja, kalau nggak divariasi, bisa muka tembok kita-kita ini, hihihi..
Kalau teman-teman, liburan akhir tahun ini rencananya apa? Yang bawa baby rempong kayak saya, sudah bikin persiapan belum? Yuk … Yuk, share juga donk! Selamat berlibur, selamat menyambut tahun yang baru. Enjoy life!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *