LIFESTYLE TIPS

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Terkait Pentingnya Memiliki Asuransi Sejak Dini

Pentingnya memiliki asuransi sejak dini

Seringkali, orangtua tidak menyadari pentingnya memiliki asuransi sejak dini. Ah, masih anak-anak ini, masih jauh dari usia sekolah. Pengeluaran belum macam-macam dan masih sedikit. Belum perlu juga dong, alokasi khusus untuk asuransi? begitu anggapan yang masih jamak berkembang di masyarakat.

Padahal, dari sisi keuntungan jauh lebih banyak ketika asuransi direncanakan sejak usia dini. Misalnya asuransi pendidikan, mengingat biaya pendidikan yang terus melambung dari tahun ke tahun. Atau, asuransi kesehatan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan Si Kecil yang rentan terserang penyakit. Atau, sekedar sebagai ikhtiar untuk memberikan masa depan yang lebih layak bagi mereka. Ya, namanya takdir, kita nggak tahu, kan, seberapa lama Tuhan memberikan umur pada kita sehingga bisa terus mendampingi anak-anak?

Baca juga: 9 Jenis Keterampilan Kecakapan Hidup yang Harus Diajarkan pada Anak

Iya, memang rezeki sudah diatur. Betul juga bahwa setiap anak memiliki jatah rezekinya masing-masing. Tapi, sebagai orangtua tentunya kita perlu mencari tahu mengenai pentingnya memiliki asuransi sejak dini. Salah satunya karena keuntungannya yang tidak hanya lebih ekonomis tapi mampu memberikan kenyamanan lebih.

 

Pentingnya memiliki asuransi sejak dini

Keuntungan Memiliki Asuransi Sejak Dini

1. Biaya premi lebih rendah sehingga lebih terjangkau.

Masih ingat betul, dulu saat Najwa baru lahir, seorang teman yang bekerja di perusahaan asuransi sering sekali mengingatkan kami untuk segera mendaftarkannya pada salah satu program asuransi. Seperti pada umumnya orangtua yang “buta” produk asuransi, tentu saja aku selalu bertanya, “Kenapa harus tergesa-gesa, Najwa lho, belum genap 2 bulan,” begitu tanyaku kala itu.

Menurut penjelasan temanku itu, hal ini dikarenakan premi asuransi jauh lebih rendah ketika seorang anak didaftarkan pada usia dini, ketimbang yang sudah lebih besar. Di samping itu, usia orangtua pun masih muda, sehingga harapan hidup masih besar. Kedua faktor tersebut disebutnya menentukan besaran premi asuransi anak.

Dari segi ekonomi, teman-teman pasti setuju bahwa keuntungan yang pertama ini cukup menjawab rasa ingin tahu sebagian besar orang mengenai pentingnya asuransi sejak dini.

2. Mengurangi kekhawatiran akibat biaya pendidikan yang terus meningkat.

Tak bisa dimungkiri bahwa biaya pendidikan yang merangkak naik merupakan satu kekhawatiran tersendiri bagi orangtua. Dengan adanya asuransi, kekhawatiran itu memang tidak hilang begitu saja, tapi setidaknya sedikit berkurang karena kita bisa mengklaim dana ketika terjadi perpindahan jenjang pendidikan.

Baca juga: Tips Mempersiapkan Hari Pertama Sekolah

3. Adanya jaminan untuk anak.

Hal lain yang juga sering dikhawatirkan adalah, bagaimana jika pemilik asuransi dalam hal ini orangtua, mengalami musibah seperti meninggal. Apakah dana dari asuransi tetap diberikan kepada ahli warisnya? Jawabannya, IYA, sehingga tetap ada jaminan untuk anak-anaknya.

Perlukah Memiliki Asuransi selain BPJS

Mungkin teman-teman juga terpikir, ngapain punya asuransi lagi, bukankah sudah ada BPJS?

Betul juga, hanya saja kerap kali kita butuh prosedur yang cepat ketika sedang dalam kondisi darurat. Asuransi swasta sangat bisa diandalkan dalam kondisi tersebut, sedangkan dengan BPJS kadang-kadang harus antre dan dengan prosedur yang lumayan panjang.

Di samping itu, tidak semua masalah ter-cover dengan BPJS. Misalnya dalam beberapa kasus operasi besar, memang biaya operasi ter-cover sepenuhnya, namun ada beberapa jenis obat yang tidak di-cover. Nah, pada kondisi seperti itu perlu rasanya memiliki asuransi kesehatan lain.

 

Pentingnya memiliki asuransi sejak dini

Tips Memilih Produk Asuransi

Nah, setelah mengetahui alasan di balik pentingnya memiliki asuransi sejak dini, dan mengapa sebaiknya memiliki asuansi lain di samping BPJS, teman-teman harus tahu juga, bagaimana sih cara memilih asuransi yang tepat?

Hal ini juga tidak kalah penting karena pastinya kita enggak mau pengeluaran bulanan menjadi berat sebelah akibat premi asuransi. Selain itu jangan sampai dong, kita mendaftar pada perusahaan yang kurang terpercaya. Nah, berikut ini tips-tipsnya:

1. Pilih sesuai kebutuhan

Ada banyak sekali produk asuransi yang akan ditawarkan perusahaan. Tentu saja semuanya memberikan keuntungan dan jaminan yang seringkali menggiurkan. Tapi, pastikan memilih yang benar-benar kita butuhkan saja.

2. Berapa besaran preminya?

Enggak mau, kan, premi asuransi mendominasi anggaran rumah tangga? Nah, pilihlah besaran yang dirasa sesuai dan seimbang dengan pos-pos kebutuhan lainnya.

3. Track record perusahaan asuransi

Menyimpan dana dalam bentuk asuransi berarti memutuskan untuk menyimpan dana dalam jangka waktu lama. Jadi, pastikan perusahaan asuransi yang kita pilih terpercaya. Untuk itu cari tahu dulu bagaimana track record-nya, baik dalam hal pelayanan maupun kepercayaan dari masyarakat pada perusahaan tersebut.

Atau, jika tidak ingin menjadi pelanggan perusahaan asuransi, maka bisa juga membeli produksi asuransi seperti yang disediakan Lifepal. Di mana Lifepal menyediakan asuransi yang khusus dirancang untuk melindungi pelanggan bukan perusahaan asuransi.

Oh ya, khusus produk  asuransi kesehatan, cari tahu juga rumah sakit mana saja yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi tersebut. Termasuk, apakah bisa melakukan kliam dengan model cashless.

4. Cari tahu tentang besaran uang pertanggungan dari perusahaan

Biasanya besaran uang pertanggungan memang sebanding dengan premi yang dibayarkan. Jadi, nasabah bisa memperhitungkan berapa dana yang akan diterima. Nah, cari tahu terlebih dahulu, apakah dana yang nantinya didapat sesuai dengan premi yang dibayarkan.

5. Cashless atau reimburse?

Nah, yang juga enggak kalah penting itu tentang cara klaim dana. Apakah bisa dilakukan dengan sistem cashless, atau reimburse? Jika bisa dengan sistem cashless tentu lebih mudah karena kita tak perlu menyiapkan uang tunai. Sebaliknya, jika memakai sistem reimburse artinya kita tetap harus selalu siap dana tunai sebelum nantinya melakukan klaim pada perusahaan asuransinya.

Memang terdengar repot dan perlu banyak pertimbangan sebelum akhirnya merasakan pentingnya memiliki asuransi sejak dini. Tetapi, demi kenyamanan buah hati di masa depan, orangtua mana yang bisa menolaknya?

19 thoughts on “Hal-Hal yang Perlu Diketahui Terkait Pentingnya Memiliki Asuransi Sejak Dini”

  1. Bisa dikatakan kalau punya asuransi di awal usia anak lebih rendah preminya ya mbak
    Tapi tetep perlu selektif dalam pemilihan sama kebutuhan asuransi baik untuk pendidikan anak atau asuransi lainnya ya mbak
    Makasih informasinya ya

  2. Setuju, emang harus dari dini. Tapi apalah dayaku, aku mencairkan sebelum waktunya, karena butuh banget mbangun omah. Wkwkwkwk. Abis ini mengencangkan ikat pinggang, krn anak2 udah makin geday. Dan emang kerasa beda perjuangannya.

  3. Jadi ingat jaman aku mengasuransi anakku pas baru lahir, teman pak suami mendatangi kami sekalian menjenguk. Lalu dia sekalian menawarankan asuransi jiwa untuk anak pertama kami, pak suami langsung mengiyakan. Dan memang terlihat manfaatnya.

  4. Mikirnya masih jauh nanti juga bisa, padahal penting banget ya sejak anak kecil sudah disiapkan asuransi pendidikannay untuk masa depan nantinya

  5. Naah soal usia si ibu nih aku juga pernah mengalami saat akan mengajukan aplikasi asuransi pendidikan si sulung. Berhubung saat itu usiaku udah di atas 35 tahun, dapetnya cuma dikit nilai pertanggungannya.
    Apalagi begitu mau ajukan untuk anak kedua yang jarak usianya aja udah 5 tahun di bawah kakaknya, makin tualah ini si ibu hihiiii…

  6. penting banget ya mba, apalagi biaya pendidikan makin lama makin mahal. kalo gak dipikirin sejak awal nanti bisa kelabakan juga. kalo aku dalam bentuk tabungan aja sih, ngak diambil2. kalo bisa sampai mereka gede

  7. Berkat asuransi ini aku terbantu banget deh bisa lahiran SC dirumah sakit mewah jg.. Jd emang penting asuransi ini

  8. Track record perusahaan ini sangat penting juga ya Mbak, jangan sampai di tengah jalan perusahaannya tutup atau tiba-tiba pailit atau sangat sulit mengklaim dana yang sudah waktunya cair.

  9. Aku belum punya asuransi lain selain BPJS sih mbak, tapi aku pernah daftar mekipun enggak lanjut karena ternyata enggak bisa lanjut bayar, hehehe. AKhirnya sekarang nabung di rumah aja dan masih berpikir untuk daftarin asuransi pendidikan buat anak-anak. Makasih tipsnya mbak
    —bundadzakiyyah[dot]com—

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *