Penyebab Jerawat di Pipi dan Cara Mencegahnya

Munculnya jerawat di area pipi tak hanya dialami saat usia masih remaja. Penyebab jerawat di pipi sangat banyak sehingga masalah kulit yang satu ini bisa menyerang siapa saja tanpa peduli usia.

Pada usia saya yang hampir kepala empat, saya pun masih sering mendapatkan satu atau dua jerawat kecil hingga besar, baik di pipi kiri maupun kanan. Munculnya jerawat di area wajah yang satu ini memang sangat mengganggu penampilan. Selain itu, kadang rasanya sangat gatal bahkan sakit jika kondisinya sedang meradang.

Lantas, apakah penyebab jerawat di pipi dan bagaimana cara memperkecil risikonya? Kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman dan hasil konsultasi dengan dokter kulit sehingga masalah jerawat di pipi ini tak lagi membuat saya uring-uringan.

Penyebab Jerawat di Pipi

Pada umumnya, jerawat di pipi dialami oleh orang-orang yang memiliki kecenderungan kulit berminyak, seperti juga jenis kulit saya.

Namun, masalah kulit ini bisa juga dialami oleh orang-orang yang berjenis kulit kering bahkan cenderung normal.

Hal ini dikarenakan penyebab jerawat di pipi adalah produksi minyak atau yang biasa disebut sebum yang berlebih dan penumpukan sel kulit mati yang menyebabkan pori-pori kulit menjadi tersumbat.

Selain itu, beberapa kebiasaan sehari-hari berikut ini juga dapat memicu timbulnya jerawat di area pipi.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Muncunya Jerawat

Memegang wajah dengan tangan kotor isa menyebabkan jerawat di pipi

1.Kondisi sarung bantal kotor.

Kebiasaan menggunakan sarung bantal dan seprai kotor rentan menyebabkan munculnya jerawat di pipi. Sarung bantal yang kotor merupakan tempat bersarangnya keringat, sisa kosmetik dan skincare serta kuman dan bakteri. Kotoran tersebut jika menempel pada wajah dapat menutup pori-pori kulit bahkan menyebabkan infeksi sehingga memungkinkan munculnya jerawat.

2. Kebiasaan membersihkan kulit wajah yang kurang tepat.

Kebiasaan membersihkan kulit wajah secara tidak maksimal juga dapa menjadi pencetus munculnya jerawat di area pipi, bahkan di berbagai area wajah lainnya, seperti dagu dan dahi. Sisa sabun atau cleansing lotion yang tidak dibersihkan secara maksimal akan tertinggal di kulit dan menyebabkan kotoran dan debu mudah menempel di wajah.

Baca juga: Tips Facial Wajah di Rumah

3. Layar ponsel jarang dibersihkan.

Jika kalian sering menerima panggilan telepon, maka pastikan membersihkan layar handphone secara berkala karena bagian ini cenderung bersentuhan bahkan menempel pada pipi. Layar handphone merupakan media yang rentan menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan kotoran karena sering bersentuhan dengan jari-jari tangan.

4. Konsumsi makanan dengan kandungan gula dan minyak dalam jumah berlebih.

Konsumsi makanan manis dan tinggi gula cenderung memicu peningkatan insulin dalam darah. Menurut para ahi, hal ini dapat menyebabkan produksi sebum meningkatkan dan dapat menutup pori-pori kulit.

5. Tidak cocok dengan skincare atau kosmetik.

Penggunaan skincare dan kosmetik yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah juga dapat menyebabkan munculnya jerawat di pipi.

Misalnya, pemilihan foundation yang bertekstur pekat untuk penggunaan sehari-hari, pemilihan moisturizer dan sunscreen yang kurang sesuai untuk kulit berminyak, penggunaan bedak, blush on, bahkan toner wajah.

6. Faktor hormonal.

Penyebab jerawat di pipi juga dikarenakan perubahan faktor hormonal dalam tubuh. Seperti efek samping alat kontrasepsi, periode menstruasi, kehamilan, dan stres.

7. Kebiasaan menyentuh area wajah.

Siapa yang suka pegang-pegang wajah tanpa cuci tangan dulu? Hayoloh, ketahuan, deh!

Kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat rentan menyebabkan timbulnya jerawat pada wajah. Selain itu, kebiasaan ini juga harus dihindari jika kalian sudah memiliki jerawat di area wajah lainnya karena dapat menyebabkan noda bekas jerawat.

8. Peralatan kosmetik yang kotor.

Peralatan kosmetik sangat rentan menyimpan debu dan sisa dari produk kosmetik. Pemakaian peralatan kosmetik yang kotor secara berulang dapat menyebabkan kotoran menempel pada kulit sehingga sangat rentan menyebabkan jerawat.

Cara Merawat Jerawat di Area Pipi

Merawat jerawat di pipi

Perawatan jerawat di area pipi hampir sama dengan perawatan jerawat pada bagian wajah lainnya. Perawatan ini bisa dilakukan sendiri atau menggunakan jasa perawatan di klinik-klinik kecantikan.

Berikut beberapa jenis perawatan jerawat yang dapat dijadikan pilihan.

1.Menggunakan obat jerawat yang

Belakangan semakin banyak obat jerawat baik dalam bentuk gel ataupun salep jerawat. Obat jerawat ini dapat dibeli secara bebas di apotik atau toko obat. Untuk mendapatkan obat jerawat yang tepat, tentunya kita harus berani mencoba produk tersebut. Atau, bisa juga mengikuti rekomendasi dari teman, saudara dan  review review produk melalui internet.

Usahakan membaca info produk untuk memastikan kandungannya tidak berbahaya. Selain itu, pilihlah produk yang memiliki izin edar dari BPOM.

Baca juga: Review Serum Anti Jerawat

2. Menggunakan bahan alami untuk merawat jerawat.

Beberapa bahan alami seperti kulit jeruk, air perasan lemon, lidah buaya, tea tree oil dan putih telur dipercaya dapat membantu meredakan jerawat yang meradang di pipi, bhkan dapat mengobati jerawat itu sendiri. Beberapa bahan tersebut sangat mudah didapatkan dan minim risiko karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

3. Melakukan perawatan secara klinis.

Pengobatan jerawat secara klinis dapat dilakukan melalui klinik kecantikan atau mendatangi praktik dokter kulit. Beberapa perawatan seperti acne injection, microdermabrasi, chemical peeling atau laser mungkin akan direkomendasikan oleh dokter sesuai kondisi jerawat.

Selain itu, beberapa dokter kulit juga menganjurkan konsumsi obat oral untuk mengatasi masalah jerawat dari dalam tubuh.

Kebiasaan Baik untuk Mencegah Munculnya Jerawat di Pipi

menjaga kebersihan untuk mencegah munculnya jerawat

Meskipun ada banyak cara untuk mengobati jerawat di area pipi, sebenarnya masalah kulit ini dapat dicegah dengan melakukan beberapa perubahan dalam kebiasaan sehari-hari. Di antaranya:

1.Rutin mengganti sarung bantal dan seprai.

Usahakan mengganti sarung bantal dan seprai secara rutin untuk mencegah pertumbuhan kuman dan bakteri di tempat istirahat kita. Saya pribadi rutin mengganti seprai setiap satu minggu sekali. Khusus untuk sarung bantal, tidak perlu menunggu hingga jadwal mengganti jika kondisinya terlihat kotor, basah atau berbau.

2. Biasakan mencuci tangan sebelum memegang area wajah.

Tanpa disadari, memegang area wajah merupakan salah satu kebiasaan yang sangat sulit dihindari. Untuk itu, usahakan lebih sering mencuci tangan dengan sabun sehingga kondisi tangan sebisa mungkin bersih saat menyentuh area wajah.

3. Mengubah pola makan.

Pola makan yang buruk dapat memicu jerawat di pipi

Pola makan sehat dapat dimulai dengan memilih asupan yang rendah gula, kalori serta minyak. Konsumsi serat dari buah dan sayur dalam jumlah cukup untuk membantu meregenerasi sel-sel dalam tubuh. Menurut ahli, kandungan vitamin dan serat dalam buah dapat membantu memperbarui sel-sel tubuh yang rusak sehingga terjadi peremajaan pada organ tubuh termasuk kulit.

Selain itu, cukupi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi air putih atara 2,5 hingga 3 liter per hari. Air putih terbukti membantu metabolisme tubuh, menjaga kelembaban kulit dan membersihkan organ penceraan.

4. Memeriksakan diri jika timbulnya jerawat akibat hormon.

Beberapa perempuan terpaksa berganti alat kontrasepsi ketika diketahui salah satu efek samping dari penggunaannya menyebabkan jerawat di pipi. Hal tersebut juga bisa terjadi pada kita. Namun, untuk mengetahuinya dengan pasti, kita perlu melakukan pemeriksaan dan pengamatan secara teliti terhadap setiap perubahan yang terjadi pada diri kita sendiri.

5. Biasakan membersihkan layar handphone.

Setiap hari usahakan mengelap layar handphone dengan cairan antiseptik atau alkohol untuk membersihkan kotoran serta kuman dan bakteri yang menempel di sana.

6. Cuci dan ganti peralatan makeup secara berkala.

Kuas makeup dan beauty blender dapat dibersihkan dengan cara direndam dalam shampo dan air hangat, bilas dengan air bersih kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Selain itu, jika kalian termasuk yang sangat sering menggunakan peralatan kosmetik, usahakan untuk mengganti secara berkala sesuai dengan frekuensi penggunaan.

7. Rutin membersihkan wajah.

Dalam satu hari usahakan membersihkan wajah sebanyak 2 kali yaitu pada pagi dan malam hari mnejelang tidur. Untuk pagi hari, kalian bisa menerapkan single step cleansing yaitu dengan menggunakan sabun wajah. Namun pada sore atau malam hari, usahakan melakukan double cleansing sehingga kotoran wajah terangkat dengan sempurna.

8. Gunakan skincare sesuai jenis kulit dan kebutuhan.

Pemilihan skincare sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit wajah. Misalnya, jika memiliki jenis kulit berminyak maka usahakan menggunakan produk berbahan dasar air. Atau, jika memiliki kulit kering maka gunakan produk yang mampu menghidrasi secara optimal.

Selain itu, penggunaan skincare sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan kulit. Misalnya: untuk kulit remaja maka gunakan produk yang bersifat melembabkan dan memberikan perlindungan terhadap bakteri dan sinar matahari. Sedangkan untuk kulit dewasa, maka diperlukan beberapa jenis kandungan khusus, seperti kandungan anti aging dan pencerah.

Baca juga: Kebutuhan Skincare Berdasarkan Usia

Kesimpulan

Pada dasarnya penyebab jerawat di pipi bisa disebabkan oleh banyak hal, baik dari dalam tubuh (hormon) maupun faktor kebiasaan dan gaya hidup. Namun, kalian tak perlu khawatir karena kemajuan teknologi kecantikan menyediakan banyak solusi untuk mengatasinya. Selain itu, masalah kulit wajah ini juga dapat dicegah dengan melakukan beberapa kebiasaan baik yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

 

 

 

2 thoughts on “Penyebab Jerawat di Pipi dan Cara Mencegahnya”

  1. Aku juga sesekali masih muncul mba :D. Tapi sepertinya kalo aku perhatiin, LBH karena hormon trutama pas sedang haid :D. Muncul deh tuuuh :D. Tapi abis itu kempes lagi pas udh selesai. Jd skr ini aku ga terlalu panik lagi kalo di pipi ada jerawat :D.

    Baru panik kalo sedang ga haid, tp jerawat ttp ada. Naaaah pasti deh ada penyebabny, yg biasa gara2 skincare ga cocok. Kulitku termasuk sensi soalnya. Tapi karena udh tau sensitif, aku ga sembarangan pake produk. Jd sbnrnya ga terlalu sering masalah ini muncul. Pokonya jgn iseng coba2 deh 😀

    Reply
  2. Yuni kadang jerawatan kalau pas lagi mau mens doang. Karena hormon kayaknya ya Kak. Tapi asal rutin bersihkan wajah dan pakai skincare yang cocok, nggak lama udah kering jerawatnya.

    Reply

Leave a Comment