BEAUTY HEALTHY LIFE MOMMIES WORLD

Perbedaan Eksfoliasi Fisik dan Eksfoliasi Kimia

Perbedaan eksfoliasi fisik dan eksfoliasi kimia

Setelah bersenang-senang dengan double cleansing, day and night cream, essence kemudian sunscreen, sekarang ini BukNaj lagi sukak banget sama yang namanya exfoliating. Lho, memangnya selama ini BukNaj enggak pernah melakukan eksfoliasi? Ya, pernah, malahan rutin seminggu dua kali. Tapi teknik eksfoliasi yang sekarang lagi digandrungi sama BukNaj bukan yang model digosok-gosok kayak yang biasanya itu. Tapi lebih pada teknik eksfoliasi yang melibatkan bahan-bahan tertentu dalam kandungan skincare.

Buat teman-teman yang masih pemula di dunia per-skincare-an—persis BukNaj pada zamannya, mungkin perlu tahu bahwa salah satu tahapan perawatan wajah yang sebaiknya tidak ditinggalkan adalah eksfoliasi. Eksfoliasi adalah pengelupasan lapisan kulit mati sehingga tidak mengganggu pertumbuhan sel-sel kulit yang baru.

Perawatan eksfoliasi merupakan salah  satu cara yang dianggap sangat membantu proses regenerasi kulit, karena tidak setiap kulit mati itu bisa dengan mudah mengelupas, kemudian disingkirkan (((DISINGKIRKAN))) dengan pembersih wajah biasa. Kenyataannya sebagian besar lapisan kulit mati masih menempel di lapisan teratas sehingga mengganggu pertumbuhan sel kulit baru. Dan, yang tidak kalah penting, bahwa lapisan kulit mati ini bisa menghambat penyerapan nutrisi dan manfaat dalam skincare yang diaplikasikan.

Di samping itu, penumpukan sel kulit mati juga memicu munculnya berbagai masalah kulit baru. Misalnya saja jerawat dan kusam. Bahkan, terkadang saat kulit terlihat kering, sebenarnya kondisi kulit tidak benar-benar kering. Tapi, masalah ini bisa terjadi akibat penumpukan sel kulit mati yang sudah terlalu lama.

Jadi, jelas ya, mengapa perlu untuk melakukan eksfoliasi wajah? Bukan sekedar karena mengikuti trend di dunia kecantikan, lho. Tapi memang jelas manfaat dan tujuannya.

Baca juga: Review Safi Age Defy Day and Night Cream

Kapan Terjadinya Regenerasi Kulit atau Pergantian Sel Kulit Baru?

Nah, mungkin sebagian dari kita berpikir, Bukankah kulit bisa meregenerasi sendiri sel-sel barunya? Memang benar, bahwa sebenarnya kulit memiliki periode tertentu untuk mengganti sel kulit dengan yang baru. Tapi, jangka waktunya sangat bervariasi. Dan kabar kurang baiknya, semakin bertambah umur seseorang, semakin lama juga proses alami regenerasi kulit.

Sebagai perbandingan saja, kulit bayi atau anak-anak biasanya cenderung mulus dan moist tidak seperti kulit orang dewasa. Salah satu penyebabnya karena proses eksfoliasi pada kulit bayi cenderung sering, kalau tidak salah setiap 14 hari sel kulit mati akan mengelupas dan digantikan sel kulit baru.

Sedangkan pada orang dewasa, proses pengelupasan alami sel kulit berlangsung kurang lebih antara 28 hingga 48 hari. Beberapa faktor seperti usia, gaya hidup dan lingkungan disebut-sebut memiliki andil besar dalam prosesnya.

Jadi, kondisi kulit yang sehat sangat dipengaruhi oleh faktor usia, pola hidup dan makan. Di samping itu, kulit yang sehat juga cenderung rutin mengalami regenrasi sel kulit baru. Sehingga tampilan kulit wajah pun biasanya lebih halus, segar dan tidak kusam.

 

Perbedaan eksfoliasi fisik dan eksfoliasi kimia

Perbedaan Eksfoliasi Fisik dan Eksfoliasi Kimia

Setelah mengetahui apa itu eksfoliasi wajah, mengapa harus melakukannya dan berapa lama proses regenerasi kulit wajah. Sekarang saatnya ngobrolin 2 jenis perawatan eksfoliasi yang dikenal dalam dunia kecantikan dan mana yang sekiranya cocok dengan jenis kulit kita.

1. Eksfoliasi Fisik

Teknik eksfoliasi ini biasanya menggunakan eksfoliator berbentuk scrub, masker atau bahan dengan butiran-butiran halus untuk mengangkat sel kulit mati. Jenis eksfoliasi ini juga sudah dikenal sejak dulu, bahkan tak sedikit yang menggunakan bahan-bahan alami sebagai eksfoliatornya. Misalnya, gula atau kopi.

Eksfoliasi fisik terbilang efektif mengangkat sel kulit mati, efek pada kulit juga halus dan terlihat lebih cerah. Hanya saja, perlu diperhatikan betul bahan-bahan yang digunakan, terutama besaran butiran scrub yang digunakan. Teknik menggosok pun tidak boleh sembarangan, karena jika terlalu keras bisa menimbulkan luka pada kulit atau biasa disebut micro-tear.

Selain perawatan menggunakan scrub atau masker, baik dengan bahan alami atau produk kecantikan, eksfoliasi fisik dapat dilakukan oleh tenaga ahli di klinik kecantikan. Metode yang digunakan dinamakan microdermabasi, di mana dalam pengaplikasiannya diperlukan keahlian khusus, serta menggunakan peralatan medis.

Perbedaan eksfoliasi fisik dan eksfoliasi kimia
Facial Scrub dari Szava Cosmetics

2. Eksfoliasi Kimia

Berbeda dengan eksfoliasi fisik yang cenderung menggunakan eksfoliator berbentuk padat dan butuh tindakan, eksfoliasi kimia jauh lebih sederhana dalam pengaplikasiannya–kurang lebih sama dengan menggunakan skincare pada umumnya. Produk eksfoliator kimia biasanya mengandung acid atau asam dalam kadar tertentu. Sedangkan jenis produknya sendiri bisa berupa toner atau serum.

Berbeda dengan eksfoliasi fisik yang cenderung menangani permukaan kulit, bahan-bahan pada eksfoliaotr kimia cenderung bekerja sampai pada lapisan kulit lebih dalam. Hasilnya pun lebih terlihat, bahkan memberi manfaat tambahan pada perawatan kulit wajah karena bahan-bahan dalam eksfoliator kimia tidak sekedar mengangkat sel kulit mati dan kotoran.

Baca juga: Basic Skincare untuk Pemula

Perbedaan eksfoliasi fisik dan Eksfoliasi kimia
Exfoliate toner dari Avoskin

 

Apa itu AHA, BHA dan PHA?

Kedengarannya memang mengerikan ketika menggunakan acid atau asam sebagai bahan kecantikan kulit wajah. Tapi, jangan khawatir, karena senyawa asam yang ini berbeda dengan asam yang biasa digunakan untuk lab. atau industri besar. Biasanya kan, acid atau asam itu berbahaya dan bisa menyebabkan panas bahkan luka saat bersentuhan dengan kulit.

Nah, kalau asam yang digunakan sebagai bahan eksfoliator kimia ini biasanya dikategorikan menjadi tiga macam. Yaitu, AHA, BHA dan PHA. Ketiganya pun telalh melalui serangkaian uji klinis dan dinyatakan aman serta efektif untuk bahan produk kecantikan. Meskipun kembali lagi, semuanya menyesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

Biar nggak tambah panjang, langsung saja pada perbedaan ketiganya, ya.

Alpha Hydroxy Acids (AHA)

AHA merupakan senyawa asam yang hanya bekerja pada bagian terluar kulit. AHA dipercaya mampu mengangkat sel kulit mati, mengurangi kerutan dan garis halus di wajah, meratakan tekstur kulit, membantu mengurangi kemerahan dan bekas jerawat.

Menurut para ahli, AHA idak mampu menembus bagian kulit yang lebih dalam karena teksturnya yang water-soluble, atau tidak mampu menembus kelenjar minyak wajah.

Beta Hydroxy Acids (BHA)]

Untuk teman-teman yang berjenis kulit berminyak seperti aku, maka BHA merupakan jenis acid yang tepat untuk membantu mengatasi komedo, jerawat dan milia. Hal ini dikarenakan BHA sedikit berbeda dari segi tekstur jika dibandingkan dengan AHA. Jika AHA bersifat water-soluble, maka tekstur BHA lebih oil-soluble, yang artinya ia mampu melakukan penetrasi ke bagian dalam pori-pori kulit.

Tekstur BHA ini juga yang memungkinkannya bekerja hingga ke bagian lebih dalam kulit. BHA bahkan mampu melarutkan kandungan minyak wajah yang menjadi biang keladi tersumbatnya pori-pori wajah. Dan, tentu saja BHA memiliki manfaat mengangkat sel kulit mati.

Baca juga:  Review Safi Age Defy Gold Water Essence

Polyhydroxic Acids (PHA)

Untuk teman-teman yang berjenis kulit sensitif, PHA ini yang paling aman untuk kulit kalian. Menurut keterangan dari salah satu sumber bacaan, PHA ini sejenis dengan AHA, sehingga tidak bisa masuk ke bagian dalam lapisan kulit. Tapi, molekul pada PHA lebih besar jika dibandingkan dengan AHA. Di samping PHS cenderung bekerja dengan lembut dan kecil kemungkinan menimbulkan iritasi pada kulit.

Setelah mengetahui apa saja jenis perbedaan eksfoliasi fisik dan kimia, produk dan bahan yang bisa digunakan, juga kelebihan serta kekurangannya, kira-kira teman-teman lebih suka yang mana, nih, Eksfoliasi fisik atau kimia? Atau, jangan-jangan sudah mencoba keduanya? Yuk, share pengalamannya di komen.

 

3 thoughts on “Perbedaan Eksfoliasi Fisik dan Eksfoliasi Kimia”

  1. Wah, saya baru denger nih istilah eksfoliasi kimia. So, belum pernah nyobain yang ini.
    Biasanya saya ber-eksfoliasi fisik dengan scrubbing atau peeling, gitu. Pastinya emang jadi terasa nyaman dan enteng di kulit karena sel-sel kulit mati tidak menumpuk lagi.
    Makasih infonya, yak. Saya kudu sering2 baca artikel perawatan lebih inten, nih. Biar tahu istilah2 baru 🙂

  2. Wah, bersyukur banget bisa baca tulisan mbak Damar ini. Kulitku kayaknya butuh diginiin biar nggak kusam mbak. Soalnya pake kosmetik apa pun nggak begitu cerah wajahnya . Tetap begitu aja. Kusem. Kayaknya kudu pake teknik eksfoliasi deh. Aku kudet banget soal kecantikan. Hihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *