Uncategorized

Sendy Hadiat – Tegar bersama Bipolar

Bipolar Disorder
Bipolar. Apa yang Teman-teman pikirkan jika mendengar satu kata ini? Masih ingatkah Teman-teman dengan kabar tentang mantan artis cilik kita, yang beberapa waktu lalu sempat menggegerkan layar kaca karena kisah hidupnya yang seolah memiliki dua sisi berkebalikan? Ya, siapa lagi kalau bukan Marshanda. Artis cilik yang kini telah menjadi ibu satu putri ini teridikasi mengidap gangguan bipolar.
Orang yang mengidap gangguan bipolar atau disebut ODB (Orang Dengan Bipolar), biasanya mengalami gangguan dengan 2 kutub perasaan yang  berkebalikan. Adapun 2 kutub tersebut mengacu pada fase depresi dan mania, yang keduanya sering kali menunjukkan sifat labil dan inkonsisten pada penderitanya.
Sosok Sendy Hadiat 
Bipolar Disorder
Adalah Sendy Winduvitri, atau Sendy Hadiat begitu biasanya dia dipanggil. Menuliskan seluruh pengalaman hidupnya sebagai pengidap bipolar dalam buku setebal 160 halaman yang berhasil di rampungkannya hanya dalam 2 hari. Buku ini ditulis dengan pendampingan langsung dari Indscript dalam kelas Private Writing Coaching. Sendy berhasil menuangkan seluruh duka, rintangan yang berupa pelecehan dan bullying, hingga pengalaman pahit hampir mengakhiri hidupnya sendiri.
Tepat pada tahun 2012, Sendy yang merupakan anak perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara dinyatakan positif mengidap bipolar disorder. Kurangnya informasi yang diperoleh pada saat itu, Ditambah keadaan yang membuatnya harus bermukim seorang diri di Indonesia karena keluarga besar di Amerika. Menjadikan Sendy Hadiat harus survive seorang diri hingga tak ada perubahan yang berarti sampai dengan 3 tahun berikutnya.
Bagaimana Sendy Hadiat survive hingga akhirnya berdamai dengan bipolar?
Tekanan demi tekanan harus dialami oleh  ibu 4 orang anak ini. Bahkan tekanan tersebut sempat datang dari kelurga pihak suami yang membuatnya merasa semakin sendiri. Hingga puncaknya pada tahun 2017, setelah mengalami 2 fase bipolar yang datang silih berganti selama kurang lebih satu tahun terakhir. Sendy pun memutuskan untuk mencari tahu tentang penyakit yang dideritanya,  dan bangkit melawan bipolar yang selama ini “merusak” kehidupannya.
Untungnya kemauan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari suami. Berdua mereka melakukan konsultasi kepada dokter ahli kejiwaan. Hingga akhirnya sang suami mengikrarkan diri sebagai caregiver baginya.
Kondisi ini ibarat sebuah titik balik, di mana Sendy yang selama ini “sendiri”. Tanpa ada yang mendengar atau memahami kondisi jiwanya. Kini mendapatkan partner yang benar-benar mendampingi dan bisa mengerti goncangan batin yang dialaminya. Sebagai caregiver, suami Sendy jugalah yang akhirnya menjadi perantara bagi keluarga besar, atau orang lain yang tidak mampu memahami bagaimana ODB harusnya diberikan pertolongan. 
Sendy Hadiat benar-benar menemukan kehidupannya yang baru. Mampu berdamai dan mengenali bagaimana kedua fase dalam dirinya harus dikendalikan. Dia seperti terlahir kembali. Dan siap membagikan seluruh pengalaman hidupnya selama hampir 33 tahun kepada dunia.
Menemukan-Mu dan Menemukannya
Bipolar Disorder
Dalam salah satu wawancara yang dilakukan  dengan Sendy Hadiat. Dia sempat diberikan pertanyaan mengenai apa yang dirasakannya saat ini. Apakah Sendy bahagia dengan kehidupannya yang sekarang? Dengan tegas Sendy pun menjawabnya dalam tiga kata, “Ya, saya bahagia.” 
Sendy Hadiat merasakan kehidupannya utuh kembali. Dalam keluarga yang saling menguatkan, Sendy seolah mendapatkan kekuatan baru, dan kemudian siap membagikannya kepada lebih banyak perempuan, lebih banyak ODB dan lebih banyak istri serta ibu.
Bipolar memang sempat membawanya ke jurang kehidupan yang suram. Tapi dalam rasa syukur atas kehidupan yang baru ini, Sendy menemukan pula bahwa bipolar mengajarkannya untuk mengubah segala hal negatif menjadi positif. Salah satunya dengan mengasuh satu grup facebook, khusus untuk mereka yang ingin lebih tahu tentang gangguan bipolar. Linknya ada di sini : Facebook group tentang bipolar asuhan Sendy Hadiat
Sendy menegaskan bahwa Bipolar bukanlah pilihan. Tak ada satu orang pun yang meminta mengidap gangguan kejiwaan ini. Tapi Allah sebaik-baik penentu telah memberikan ujian sekaligus amanah baginya untuk berjuang dan bangkit dari segala keterpurukan.
Mungkin, “kekuatan besar yang tak terjamah” seperti inilah yang menguatkan niat Sendy Hadiat untuk berbagi dalam buku perjalanan hidupnya.  Melalui buku berjudul Menemukan-Mu dan Menemukannya ini, Sendy Hadiat mengingatkan kita untuk tidak menyerah pada keadaan, terus berjalan dan melangkah.
Buku ini tidak hanya inspiratif, tapi memiliki tujuan sosial. Karena sebagian dari hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu perempuan yang terjerat riba.  Adapun pemesanan buku dapat dilakukan melalui akun facebook penulis, di link berikut ini
Saya yakin buku ini akan sangat menginspirasi dan “bernyawa”. Ada hembusan harapan dan doa untuk setiap lembar-lembarnya. Begitu pun cinta dan penerimaan, untuk mereka yang harus berjuang dengan bipolar.

21 thoughts on “Sendy Hadiat – Tegar bersama Bipolar”

  1. Saya baru tahu tentang bipolar disorder saat Marshanda 'berulah' dulu. Dan tentang Mbak Sendy Hadiat, baru-baru ini saya tahu pas tidak sengaja liat di IG tentang bukunya. Ternyata perjuangannya luar biasa. Mbak Damar berhasil menceritakan dengan cantik ^^ Btw, saya tidak tau kabar Marshanda sekarang. Semoga suatu saat Chacha dan Mbak Sendy bisa bertemu, aamiin

  2. Alhamdulillah kalau ada mereka yang pernah kena bipolar ini bisa menuliskan kisahnya dalam bentuk buku. Kan jadi bisa dipelajari juga oleh orang-tua, keluarga, guru, atau siapapun yang memang dekat dengan mereka yang punya bipolar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *