Waspadai Tanda-Tanda Kekurangan Zat Besi

Kita pasti sudah tidak asing dengan istilah anemia. Dulu, saya sering melihat ibu saya mengonsumsi suplemen tambah darah Tonikum Bayer untuk menjaga agar tubuhnya tidak mengalami penyakit kurang darah ini. Terutama saat sedang dalam fase menstruasi.

Anemia adalah penyakit kurang darah dan paling umum disebabkan karena kekurangan zat besi, atau disebut anemia defisiensi besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan jumlah sel darah merah yang sehat berkurang sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Sedangkan sel darah merah, atau hemoglobin hanya dapat dibentuk oleh zat besi.

Hemoglobin sendiri memiliki peran penting dalam sel darah merah. Hemoglobin bertugas mengangkat dan mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh, juga berperan dalam membuang karbondioksida dari sel-sel tubuh ke paru-paru.

Hal-Hal yang menyebabakan Seseorang Kekurangan Zat Besi

Anemia defiseinsi besi atau anemia karena kekurangan zat besi merupakan salah satu jenis anemia yang paling banyak diderita di seluruh dunia. Berikut hal-hal yang menyebabkan seseorang dapat menderita penyakit ini:

  1. Malnutrisi dan kekurangan asupan zat besi dalam menu sehari-hari.
  2. Sengaja membatasi jumlah dan jenis makanan yang sangat berlebihan.
  3. Menderita penyakit radang usus.
  4. Angka kebutuhan zat besi yang meningkat bagi ibu hamil.
  5. Menstruasi berlebihan.
  6. Mengalami pendarahan internal.
  7. Menderita talasemia, yaitu penyakit genetik yang menyebabkan penderitanya memproduksi hemoglobin yang rusak atau cacat.
  8. Mengonsumsi makanan atau minuman penghambat penyerapan zat besi, seperti teh, coklat, kopi.
  9. Mengonsumsi obat yang menghambat penyerapan zat besi, seperti obat sakit maag.
  10. Infeksi cacing tambang

Di samping disebabkan oleh hal-hal seperti yang disebutkan di atas, beberapa faktor juga meningkatkan risiko kekurangan zat besi pada diri seseorang. Beberapa faktor tersebut adalah:

Faktor yang Meningkatkan Risiko Kekurangan Zat Besi

  1. Jenis kelamin, di mana perempuan lebih berpotensi menderita anemia defisiensi besi, terutama saat hamil dan menstruasi.
  2. Pola makan yang diterapkan seseorang. Pelaku pola makan vegetarian juga berpotensi mengalamai kekurangan zat besi.
  3. Donor darah. Apabila terlalu sering dilakukan juga dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi.

Tanda-Tanda Kekurangan Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat memicu timbulnya berbagai gejala yang sangat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Pada umumnya penderita terlihat cepat lelah, napas terengah-engah, sulit berkonsentrasi dan pucat.

Tanda anemia defisiensi besi pada diri seseorang tergantung tingkat anemia yang dialami, usia dan riwayat kesehatan. Namun, beberapa penderita kekurangan zat besi juga tidak menunjukkan tanda-tanda apapun.

Berikut ini 5 tanda kekurangan zat besi yang patut diwaspadai:

1. Kelelahan yang tidak seperti biasanya

Kurangnya hemoglobin dalam darah menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Hal ini bisa menyebabkan seseorang merasa cepat lelah. Meskipun kelelahan merupakan hal yang biasa bagi seseorang yang terbiasa aktif sepanjang hari, namun rasa lelah yang diikuti sulitnya berkonsentrasi merupakan saah satu tanda kekurangan zat besi yang perlu diwaspadai.

2. Wajah Pucat

Hemoglobin bekerja mengalirkan darah merah ke seluruh tubuh tak terkecuali area wajah. Jika hal ini tidak terjadi, maka wajah akan terlihat pucat, gusi bagian dalam bibir, kelopak mata bawah dan kuku juga akan terlihat sama pucat.

3. Napas pendek

Kekurangan oksigen menyebabkan seseorang susah bernapas panjang. Jika seseorang merasakan napas selalu terengah-engah dalam kondisi yang normal saja dan seharusnya mudah untuk bernapas, maka perlu dicurigai bahwa tubuh mengalami masalah kesehatan karena kekurangan zat besi.

4. Pening dan sakit kepala

Gejala ini paling sering diderita perempuan, terutama pada masa kehamilan, menyusui danĀ  menstruasi. Pening dan sakit kepala memang banyak penyebabnya, namun jika terjadi terus-menerus maka perlu diwaspadai sebagai gejala anemia defisiensi besi.

5. Detak Jantung cepat.

Jika detak jantuk terasa lebih cepat dari kondisi normal, maka seseorang juga perlu memerikasakan dirinya untuk mengetahui kemungkinan kekurangan zat besi dalam tubuhnya.

Konsumsi Multivitamin untuk Memenuhi Kebutuhan Zat Besi dalam Tubuh

Untuk memenuhi nutrisi dan kebutuhan zat besi dalam tubuh, seseorang perlu mengonsumsi variasi bahan pangan yang tinggi kandungan zat besi, seperti bayam, daging merah, brokoli dan aneka protein hewani dalam jumlah pas dan dikonsumsi setiap hari.

Selain itu, bisa juga dengan mengonsumsi multuivitamin yang mengandung vitamin B1, B2, B3, B6 dan B12, serta zat besi, kalsium dan mangan.

Tonikum Bayer adalah multivitamin yang dapat memenuhi kebutuhan vitamin, mineral dan zat besi dalam tubuh. Tonikum dapat dikonsumsi pada masa pertumbuhan bahkan saat hamil. Tonikum Bayer memiliki berbagai manfaat untuk tubuh selain sebagai suplemen zat besi. Untuk mengetahui informasi lengkapnya, langsung saja kunjungi situs resmi Tonikum Bayer untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat.

21 thoughts on “Waspadai Tanda-Tanda Kekurangan Zat Besi”

  1. Nah tonikum bayer ini salah satu booster di keluarga besarku, sejak nenek masih hidup rajin konsumsi ini buat menambah daya tahan tubuh

    Reply
  2. Mengetahui tanda kekurangan zat besi ini penting apalagi buat perempuan. Makanya Ibu hamil tuh dikasih vitamin tambah darah biar tetap sehat

    Reply
  3. bener ya perempuan lebih potensi kekurangan zat besi…apalagi pada saat mengalami menstruasi juga…
    saya pernah rasanya tau-tau jatuh, kayaknya karena kurang zat besi deh..ngaruh kan ya sama hb rendah

    Reply
  4. sangat mengerikan apabila tubuh kekurangan zat besi, pasti akan sangat tidak bersemangat dalam menjalani hidup dan mengenai sistem imun tubuh kita

    Reply
  5. Banyak orang salah mengartikan tanda pening/pusing dengan tekanan darah rendah. Padahal wajahnya pucat. Bisa jadi karena dianya anemia.

    Reply
  6. Aku dulu sering banget kena anemia mbak
    tapi setelah memenuhi kebutuhan nutrisi dan minum suplemen penambah darah, anemiaku bisa teratasi

    Reply
  7. wah saya baru tahu kalau minuman seperti teh, coklat, kopi termasuk minuman penghambat penyerapan zat besi.

    Reply
  8. aku sedia selalu tonikum di rumah mbak, mertuaku dah sepuh dan sakit semaunya tiap hari aku kasih ini biar ada nutrisinya

    Reply
  9. Dulu aku rajin loh minum Tonikum Bayer. Tapi beberapa tahun belakangan ini gak pernah lagi. Baru kepikiran lagi setelah beberapa hari ini sering pusing dan cepat lelah.

    Reply
  10. Aku juga kalo lagi menstruasi disaranin minum vitamin penambah darah, terlebih akhir2 ini suka lama banget durasi mensnya.
    Btw Tonikum Bayer brand yg udah ada dari jaman aku kecil… Eksis sampai skrg ya

    Reply
  11. Penting banget ini minum multivitamin Tonikum Bayer, agar menjaga asupan zat besi dalam tubuh kita ya,agar selalu sehat dan segar bugar yaa, noted.

    Reply
  12. zat besi adalah salah satu elemen penting yang diperlukan tubuh dan mempunyai banyak fungsi, Memang harus selalu terpenuhi agar kesehatan tubuh dapat terjaga dengan baik

    Reply
  13. Sejak dini perempuan memang perlu dapat informasi mengenai kekurangan zat besi ini, karena dia yang akan menjadi seorang ibu.

    Tercerahkan daku mbak, karena ini sekaligus informasi buat daku sebagai calon ibu.

    Reply
  14. Aku jg pernah nih mbaa kena anemia defisiensi zat besi. Rasanya sampe hb cuma 4 ituu waah ga mau ngulang lg dehh

    Reply
  15. Kalo aku mengatasi ini dengan makan bayam tiap hari hikzzz. Dicampur gado2 lah, bubur lah, jadiin ssam. Pokoknya mesti rutin. Alhamdulillah seminggu kemudian haid jadi lancar.

    Reply
  16. Udah kapok saya kekurangan zat besi apalagi kalau berurusan sama anak
    Efeknya akan terlihat berbeda dan mengalami sedikit gangguan tumbuh kembang

    Reply
  17. Terutama bagi perempuan, memperhatikan zat besi pada tubuh kudu aware ya dengan memperhatikan tanda-tanda kemungkinan terjadinya kekurangan zat besi. Tonikum Bayer bisa menjadi multivitamin yang cocok dikonsumsi bagi remaja yang dlm masa pertumbuhan terutama perempuan dan juga ibu hamil

    Reply
  18. Ternyata kekurangan zat besi juga bisa bikin detak jantung jadi cepat ya kak. Ku kira kalau deg-degan gak normal gitu, ada masalah sama jantung. Rupanya banyak faktor ya

    Reply
  19. Dari ulasan di atas, tanda-tanda kekurangan zat besi. Kok aku lagi mengalami gejalanya ya. Ya napas pendek-pendek, padahal duduk, detak jantung cepat, pusing dan cepet banget lelah. Hiks hiks

    Reply
  20. Mulai familiar dengan yang namanya zat besi ini pas hamil kemarin karena memang bumil rentan terkena anemia ya termasuk anak-anak juga begitu. Makanya sekarang juga sudah tahu pentingnya menjaga asupan zat besi agar terhindar dari defisiensi besi atau anemia

    Reply
  21. Aku termasuk yang sering kurang zat besi, pasti kalau dicek selalu ada di ambang batas. Bahkan pas lahiran anak pertama, sempat harus ditransfusi dua ampul gara-gara HB drop banget. Duh, linunya lebih terasa dan traumatis daripada proses sesarnya. Sejak saat itu mulai aware terhadap jumlah zat besi dalam tubuh deh. Takut kalau harus ditransfusi lagi.

    Reply

Leave a Comment